73 Keluarga di Negeri Laha Terima Bantuan Air Bersih, Investasi Masa Depan Anak Bebas Stunting

oleh -21 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Sebanyak 73 keluarga di Negeri Laha, Kota Ambon, menerima bantuan penyediaan air bersih dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Pattimura Ambon bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Senin (2/11/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sehat Bersama InJourney Airports Tahun 2026 yang disinergikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas sektor harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan sekadar kesepakatan di atas kertas.

“Senang sekali kita bisa bersama-sama mewujudkan suatu aksi kolaborasi yang bukan hanya sekadar ada di atas MoU, tetapi bagaimana kita bisa berdampak bagi masyarakat,” ujar Edi.

Ia mengungkapkan, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius di Provinsi Maluku. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting Maluku masih berada pada angka 28,4 persen. Sementara Kota Ambon tercatat sebesar 19,7 persen.

Namun, Negeri Laha disebut masih menjadi salah satu wilayah dengan kontribusi angka stunting yang cukup besar di Kota Ambon.
Edi menegaskan, penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Faktor lingkungan, sanitasi, serta ketersediaan air bersih juga memiliki peran penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan anak.

“Stunting bukan cuma masalah kekurangan gizi. Stunting adalah masa depan dari Maluku dan Kota Ambon itu sendiri,” tegasnya.

Menurut Edi, anak-anak yang saat ini berada dalam kelompok berisiko stunting merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia Maluku dalam 20 tahun mendatang.

Karena itu, intervensi terhadap keluarga berisiko stunting harus dilakukan sejak dini, termasuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

“Jadi ini sama seperti mengawal masa depan 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan kesehatan keluarga. Lingkungan yang tidak sehat dan keterbatasan akses air bersih dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi, yang pada akhirnya berpotensi mengganggu penyerapan nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Raja Negeri Laha menyampaikan apresiasi kepada PT Angkasa Pura Indonesia dan BKKBN Maluku atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.
Ia berharap fasilitas penyediaan air bersih tersebut dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat sehingga keberadaannya memberikan manfaat dalam jangka panjang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting dalam menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” kata Johan.

Ia berharap bantuan bagi 73 keluarga tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Program GENTING.

Johan juga mengajak seluruh pihak untuk terus membangun kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang sehat serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pada kesempatan itu, Edi Setiawan turut mendorong keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), dan sektor swasta untuk mengambil bagian dalam percepatan penurunan stunting di Maluku.

Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar intervensi terhadap keluarga berisiko dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui bantuan air bersih bagi 73 keluarga di Negeri Laha, kolaborasi BKKBN Maluku dan PT Angkasa Pura Indonesia diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun generasi Maluku yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (MP/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.