40   Peserta Ikuti Grand Final Apresiasi Duta GenRe Tahun 2025

oleh -21 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Sebanyak 40 peserta dari 11 kabupaten/kota mengikuti Apresiasi Duta GenRe (ADU) tahun 2025 yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Kamis (28/8/2025).

Kegiatan ADU bertujuan untuk memberikan ruang bagi remaja dalam mengekspresikan kreativitas dan perannya di PIK remaja.

Ketua Tim Penggerak PKK selaku Bunda GenRe Provinsi Maluku Ny Maya Baby Lewerissa mengaku, pihaknya merasa sangat bangga dan terharu melihat semangat serta antusiasme dari para remaja yang hadir hari ini dalam Grand Final ADU

“Kalian semua adalah bukti bahwa generasi muda Indonesia siap untuk melangkah lebih maju, dengan rencana yang matang dan visi yang jelas,” ujarnya.

Program GenRe yang kita cintai bersama merupakan salah satu strategi penting dalam mempersiapkan remaja menghadapi lima transisi kehidupan remaja yaitu melanjutkan pendidikan, membangun karir, membina keluarga kecil yang bahagia sejahtera dan menerapkan pola hidup sehat dan berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat semua ini menjadi bekal emas menuju Indonesia emas 2045.
Karena itu, program GenRe hadir untuk memberikan pemahaman pendampingan dan arah hidup bagi remaja agar terhindar dari resiko-resiko seperti Pernikahan Dini seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA.

“Genre mengajarkan bagaimana menyusun masa depan yang sehat Mandiri dan bertanggung jawab mulai dari pendidikan karir hingga kesiapan membangun keluarga kelak,” paparnya.

Sebagai Bunda GenRe Provinsi Maluku pihaknya menyampaikan, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini, khususnya panitia, mentor, juri dan para Pembina PIK remaja di seluruh kabupaten kota.

“Dedikasi Bapak dan Ibu sekalian tunggu bermakna dalam melahirkan remaja Maluku yang sehat, cerdas, berdaya dan berkarakter,” katanya.

Dia menyampaikan pesan kepada para Duta GenRe agar, menjadi finalis bukan sekedar soal siapa yang akan menjadi juara bukan, hanya ajang untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, tetapi hal ini merupakan wadah untuk menyiapkan agen perubahan yang mampu menginspirasi mengedukasi dan menggerakkan teman-teman sebaya ke arah yang lebih baik.

“Saya percaya dari ruangan ini akan lahir dan pemuda yang tidak hanya memiliki pengetahuan tapi juga hati yang tulus untuk mengabdi semangat untuk berbagi Dan keberanian untuk berdiri di depan menjadi contoh yang baik,” tandasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Novian Andusti, SE, MT mengatakan, ajang ADU menjadi Puncak ajang ini menampilkan para finalis terbaik yang telah melalui tahapan seleksi ketat.

“Mereka tidak hanya menunjukkan bakat dan kreativitas tetapi juga menyampaikan komitmen dalam mendukung program genre sebagai upaya mewujudkan remaja yang Sehat cerdas dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Dia menyampaikan, apresiasi atas semangat para finalis yang dinilai mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

“Duta GenRe bukan hanya simbol prestasi tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi remaja agar terhindar dari 3 risiko utama yaitu, pernikahan usia dini, seks bebas dan penyalahgunaan NAPZA,” tandasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dr Mauliwaty Bulo, M. Si dalam sambutannya mengaku, kegiatan Apresiasi Duta GenRe merupakan salah satu upaya nyata Kemendukbangga/ BKKBN dalam menyiapkan generasi muda Maluku menjadi generasi tangguh, sehat, cerdas dan berkarakter.

“Ajang ini bukan hanya sekedar kompetisi, melainkan wadah untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat kapasitas serta mengasah kepemimpinan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan saman,” ungkapnya.

Tema kegiatan apresiasi Duta generasi berencana tahun ini adalah “Merajut Asa Wujudkan Remaja Berdaya”. Dimana, tema ini mencerminkan semangat persatuan, gotong royong serta komitmen kita untuk membina remaja yang tidak hanya siap menghadapi transisi kehidupannya, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan sekaligus agen perubahan dalam mencegah Pernikahan Dini, seks pranikah, penyalahgunaan
NAPZA dan stunting.

Kegiatan apresiasi Duta GenRe Maluku 2025 bukan hanya sekedar ajang pemilihan Duta,  melainkan juga wadah pembelajaran,  ruang kreativitas serta sarana memperkuat karakter positif remaja. Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan digitalisasi.

“Kita berharap para finalis Duta GenRe mampu menjadi role model dan Agent of Change yang menginspirasi teman sebayanya untuk menjauhi Pernikahan Dini, seks pranikah serta penyalahgunaan NAPZA,” terangnya.

Dia menyampaikan selamat kepada para peserta ADU, karena itu jadikanlah kesempatan ini bukan hanya untuk meraih gelar tetapi juga untuk menunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata bagi kemajuan remaja Maluku.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan akhir melainkan proses pembelajaran dan penguatan karakter,” tutupnya. (MP/Norin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.