Billady: Literasi Keuangan Penting untuk Bentengi Generasi Muda dari Penipuan Digital

oleh -3 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Perkembangan teknologi digital membawa kemudahan dalam mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, generasi muda juga menghadapi risiko kejahatan dan penipuan digital yang semakin beragam.

Karena itu, literasi keuangan dinilai menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda agar mampu mengelola keuangan secara bijak sekaligus melindungi diri dari berbagai modus penipuan di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Haramain Billady, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan di Sekolah Rakyat Menengah Atas Negeri 40 Ambon, Senin (31/8/2026).

Billady mengatakan, kemajuan teknologi telah membuat akses terhadap produk dan layanan keuangan semakin mudah, termasuk bagi kalangan pelajar. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan keuangan serta berbagai risiko yang menyertainya.

“Literasi keuangan penting bagi generasi muda agar mereka mampu mengelola uang dengan baik, mengenal lembaga dan produk jasa keuangan, serta memahami risiko yang ada di dunia digital,” katanya.

Menurutnya, edukasi mengenai keuangan tidak seharusnya baru diberikan ketika seseorang memasuki usia produktif. Pemahaman tersebut perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar pelajar memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak.

Jangan Mudah Tergiur Keuntungan Besar
Billady mengingatkan generasi muda agar memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, para pelajar juga perlu memahami pentingnya menabung, mengelola pengeluaran, serta berhati-hati terhadap berbagai tawaran investasi maupun produk keuangan yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

Dia mengakui, perkembangan media sosial turut membuka ruang bagi munculnya berbagai penawaran keuangan yang belum tentu aman dan legal.

Karena itu, setiap informasi maupun tawaran produk keuangan yang diterima melalui media sosial dan platform digital harus diperiksa terlebih dahulu.

“Jangan mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Pastikan terlebih dahulu legalitas dan keamanan lembaga atau produk keuangan tersebut,” tegasnya.

Ia menilai, kemampuan mengenali risiko menjadi bagian penting dari literasi keuangan. Generasi muda tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan layanan keuangan, tetapi juga harus memahami konsekuensi dan potensi risiko sebelum melakukan transaksi.

OJK Perluas Edukasi ke Generasi Muda
Billady menegaskan, OJK Maluku akan terus memperluas kegiatan edukasi dan literasi keuangan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan generasi muda.

Dia menjelaskan, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun pemahaman keuangan sejak dini.

Dengan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih kritis dalam mengambil keputusan terkait keuangan.

Dia berharap kegiatan edukasi di Sekolah Rakyat dapat memberikan manfaat bagi para siswa sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.

“Edukasi seperti ini harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Kita ingin generasi muda Maluku tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan dan mampu melindungi dirinya dari berbagai risiko keuangan,” pungkasnya. (MP/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.