Menekan Lajunya Inflasi, Pemprov Maluku Gandeng Bank Indonesia Laksanakan Gerakan Tanam Cabai Serempak

oleh -31 Dilihat
oleh

LEIHITU, MPNews.com – Untuk menekan lanjutnya inflasi, Pemerintah Provinsi Maluku gandeng Bank Indonesia Maluku melaksanakan gerakan tanam cabai serempak yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (13/8/2025).

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam sambutannya mengatakan, pihaknya mendukung penuh pemerintah daerah dalam gerakan tanam cabai serempak sebagai langkah strategis untuk mengendalikan inflasi pangan.

“Cabai selama ini menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi pada inflasi. Dengan menambah luas tanam, kita mendorong produksi dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data, inflasi Maluku per Juli 2025 berada pada posisi 2,91 persen (year to date), relatif terkendali. Namun, cabai merah dan cabai rawit tetap menjadi penyumbang inflasi berulang.

“Dalam beberapa bulan terakhir, harga cabai terus merangkak naik,” paparnya.

Untuk itu, langkah tanam serempak ini adalah solusi konkret untuk menambah luas tanam, mendorong produksi, dan mengendalikan harga. Terlebih, program ini diiringi inovasi Digital Farming yang lahir dari kolaborasi Dinas Pertanian Maluku, Bank Indonesia, dan kelompok tani.

“Saya memberi apresiasi kepada BI Maluku yang telah aktif membangun pertanian kita. Semoga kolaborasi seperti ini tidak berhenti di sini, tapi terus berkembang,” ucapnya.

Dia berharap, ke depan masyarakat Maluku harus bertransformasi sesuai visi gubernur dan wakil gubernur Maluku untuk melakukan transformasi Maluku maka petani harus bertransformasi dan digital farming yang dibuat oleh Bank Indonesia Maluku dalam bentuk transformasi.

“Dengan sebuah perencanaan tingkat yang kuat dan arah yang jelas maka suatu saat nanti kita akan mengalami era digitalisasi farming,” tandasnya.

Ditempat yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Provinsi Maluku Mohamad Latif mengatakan, pihaknya hadir di kegiatan digital farming atau penanaman cabai dan kedelai serempak provinsi Maluku tahun 2025  merupakan bagian dari gerakan nasional pengendalian inflasi pangan atau GPNIP.

“Ini merupakan program nasional, sehingga hari ini Bapak Gubernur sangat mendukung kegiatan kita penanaman cabai serempak,” ungkapnya.

Apabila dilihat salah satu penyumbang utama inflasi kita adalah komoditas cabai merah dan cabai rawit. Karena di wilayah Maluku cabai merupakan komunitas yang mempengaruhi inflasi sehingga, hari ini sangat tepat kita sama-sama mengubah mindset dari konsumen ke produsen sehingga kita melakukan penanaman cabai dan kedelai serempak di Provinsi Maluku.

“Cabai merah dan cabai rawit telah menjadi komoditas yang secara persisten yang tentunya mendorong inflasi,” terangnya.

Dia mengakui, sepanjang tahun 2025 cabai merah telah mencatatkan realisasi inflasi sepanjang 5 kali sementara cabai rawit sebanyak 3 kali.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa cabe masih memiliki rentanan yang cukup tinggi,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, dalam upaya pengendalian inflasi cabai maupun komunitas pangan lainnya gerakan nasional pengendalian inflasi pangan hadir sebagai wujud Sinergi antara Bank Indonesia maupun Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di tingkat nasional dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tingkat provinsi Maluku.

“Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur Maluku dan jajarannya telah melakukan penanaman cabai dan keledai secara serempak di Maluku,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda, dalam laporannya mengutarakan bahwa GNPIP adalah bentuk kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini melibatkan 1.350 peserta dari 11 kabupaten/kota, mulai dari OPD, penyuluh, kelompok tani, hingga masyarakat umum.

Selain 100 ribu anakan cabai, acara ini juga diwarnai penyerahan 1 unit perangkat Digital Farming bantuan BI untuk petani binaan Dinas Pertanian Maluku. 22 ribu anakan cabai dan sarana produksi untuk petani. 5.500 anakan cabai untuk program Gerakan Sekolah Menanam di 11 SMA di Ambon dan Maluku Tengah. 5.000 anakan cabai untuk kelompok binaan TP-PKK Provinsi Maluku. Serta 38.000 anakan cabai untuk petani dan masyarakat umum sebagai tindak lanjut gerakan ini.

Acara ini diisi dengan telekonferensi bersama seluruh Pemerintah kabupaten/kota yang dipimpin Asisten II Kasrul Selang.

Gubernur bersama Ketua TP-PKK Maluku, Kepala BI, dan rombongan juga menyempatkan meninjau Smart Farming kelompok tani Telaga Beni serta kebun percontohan jagung milik TP-PKK Maluku. (MP/Norin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.