AKSA HARMONI, INOVASI OLDRIN PARINUSSA PERKUAT PEMBAURAN SOSIAL DAN PERSAUDARAAN LINTAS SARA MENUJU AMBON RUMAH BASUDARA

oleh -87 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Memperkuat persaudaraan dan menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman menjadi salah satu agenda penting pembangunan Kota Ambon. Berangkat dari semangat tersebut, Oldrin Parinussa, SE, Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII, menggagas sebuah inovasi strategis bertajuk AKSA HARMONI (Akselerasi Pembauran Sosial dan Penguatan Persaudaraan Lintas SARA Menuju Ambon Rumah Basudara).

Gagasan proyek perubahan ini dilatarbelakangi oleh besarnya modal sosial masyarakat Kota Ambon yang memiliki kekuatan historis dan kultural melalui nilai-nilai Pela Gandong dan Siwalima. Nilai-nilai tersebut selama ini menjadi perekat persaudaraan masyarakat Maluku dalam membangun kehidupan yang damai, rukun, dan saling menghargai.

Namun demikian, dinamika sosial masyarakat perkotaan menunjukkan bahwa penguatan pembauran sosial lintas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih membutuhkan pendekatan yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Oldrin Parinussa menilai bahwa upaya menjaga perdamaian tidak cukup hanya dilakukan melalui penanganan konflik ketika terjadi. Diperlukan transformasi pendekatan yang lebih mengutamakan pencegahan, pemetaan potensi konflik, deteksi dini, serta penguatan interaksi sosial antarkelompok masyarakat.

“Perdamaian tidak boleh hanya dimaknai sebagai keadaan ketika tidak terjadi konflik. Perdamaian harus dibangun melalui interaksi sosial yang sehat, rasa saling percaya, penghormatan terhadap perbedaan, dan kesadaran bahwa kita semua adalah orang basudara,” demikian rumusan pesan utama yang diusung dalam gagasan AKSA HARMONI.

Enam Strategi Utama AKSA HARMONI

Sebagai sebuah inovasi perubahan, AKSA HARMONI dikembangkan melalui enam instrumen strategis yang saling terintegrasi.

Pertama, Peta Harmoni, yaitu pengembangan basis data dan pemetaan potensi konflik sosial sebagai landasan perencanaan kebijakan dan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran.

Kedua, Pela Gandong Untuk Semua, yaitu revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal Pela Gandong sebagai kekuatan pemersatu masyarakat lintas SARA.

Ketiga, Ruang Basudara, yaitu pengembangan ruang interaksi dan perjumpaan lintas komunitas guna membangun komunikasi, solidaritas, toleransi, dan kepercayaan sosial.

Keempat, Duta Harmoni Pemuda Ambon, yaitu pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan dan pelopor perdamaian di lingkungan masyarakat.

Kelima, Harmony Early Warning System, yaitu penguatan sistem deteksi dini potensi konflik sosial melalui pendekatan berbasis data, informasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Keenam, Duta Damai Maya, yaitu gerakan membangun ruang digital yang sehat melalui edukasi dan pencegahan penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi bernuansa SARA.

Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan

Implementasi AKSA HARMONI membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menjaga stabilitas sosial, tetapi harus membangun kemitraan dengan aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, komunitas, akademisi, media, UMKM, serta seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembauran sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman konflik, termasuk provokasi dan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.

Inovasi ini juga menempatkan generasi muda sebagai kekuatan strategis dalam menjaga keberlanjutan perdamaian. Pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus tampil sebagai subjek sekaligus pelaku utama dalam membangun budaya toleransi dan persaudaraan.

Target Strategis 2026–2029

Dalam pelaksanaannya, proyek perubahan AKSA HARMONI diarahkan untuk mencapai sejumlah target strategis, yaitu terbentuknya Tim AKSA HARMONI, tersusunnya Peta Harmoni, terbentuknya 50 Duta Harmoni Pemuda Ambon, terlaksananya ruang interaksi lintas komunitas, terlaksananya Ruang Basudara sebagai ruang interaksi lintas komunitas, terbangun nya early warning system untuk mendukung pendeteksian dini dan pencegahan konflik, serta terbentuknya Duta Damai Maya sebagai gerakan literasi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.