JAKARTA,MPNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Melalui inovasi kolaboratif lintas sektor dalam mendukung program strategis nasional percepatan penurunan angka Stunting, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon (Damkar Manise) sukses meraih Juara 1 dalam ajang bergengsi Genting Collaboration Summit 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi untuk Negeri, Wujudkan Generasi Bebas Stunting” ini diselenggarakan pada Kamis (5/11/26) di Jakarta, sebagai bentuk apresiasi terhadap komitmen lintas sektor dalam mengawal masa depan anak bangsa yang sehat.
Prestasi gemilang ini diraih berkat konsistensi Damkar Manise dalam mengintegrasikan misi kemanusiaan instansi penyelamatan dengan pelibatan aktif dalam program GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)—sebuah program nasional dari BKKBN.
Program GATI sendiri merupakan inisiatif penting BKKBN yang bertujuan mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pola pengasuhan, pendidikan, perlindungan anak, serta pencegahan stunting guna menanggulangi fenomena fatherless dan membangun keluarga yang berkualitas.
Melalui program ini, para personel Damkar yang mayoritas adalah figur ayah tidak hanya terlatih sigap menyelamatkan masyarakat dari musibah kebakaran, tetapi juga hadir sebagai teladan garda terdepan di dalam keluarga dan masyarakat untuk memastikan pemenuhan gizi anak, pendampingan tumbuh kembang, serta pencegahan stunting sejak dini.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar Manise) Kota Ambon, Alfredo Hehamahua, usai menerima penghargaan dari menteri mengatakan, Penghargaan ini merupakan wujud nyata dari kerja keras, kolaborasi, dan kepedulian seluruh jajaran di lingkup Pemerintah Kota Ambon, khususnya melalui Damkar Manise.
“Melalui sinergi bersama program GATI, kami ingin menanggulangi fenomena fatherless di kota Ambon yang mana menurut data BKKBN angka fatherless di Maluku yang cukup tinggi yakni 22 sampai 22,5 persen. Sehingga program ini kami laksanakan dengan jalan menjadi ayah pengganti dalam mengantar anak pada hari pertama sekolah, juga dalam mengambil laporan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Alfredo, fenomena fatherless di kota Ambon dan Maluku disebabkan oleh kurangnya kehadiran sosok ayah dalam pendampingan tumbuh kembang anak, karena banyaknya ayah yang pergi bekerja di luar daerah dalam waktu yang lama.
Oleh sebab itu, melalui apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ini membuktikan bahwa insan Damkar tidak hanya berfokus pada penanggulangan bencana fisik seperti kebakaran dan evakuasi, tetapi juga mengambil tanggung jawab moral yang besar dalam mengawal ketahanan keluarga.
“Sosok seorang ayah harus hadir secara aktif dalam pengasuhan dan pencegahan stunting demi melahirkan generasi emas Kota Ambon yang sehat, kuat, dan berkarakter,” imbuh Alfredo.
Lebih lanjut, Alfredo menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan pemacu semangat bagi seluruh elemen di Kota Ambon untuk terus memperkuat gerakan pengasuhan berkualitas berbasis keluarga.
“Dengan semangat kolaborasi yang diusung dalam Genting Collaboration Summit 2026, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Ambon berkomitmen untuk terus mengoptimalkan peran sosialnya di tengah masyarakat seraya berharap dapat menjadi inspirasi bagi instansi dan komunitas lainnya untuk bersama-sama menyukseskan program percepatan penurunan stunting demi masa menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.” tutupnya. (MP/**)




