Amina Novembrella Tuharea dan Christofel Lewedalu Juara Pertama Apresiasi Duta GenRe Tingkat Provinsi Tahun 2025

oleh -14 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Harapan dan semangat baru kembali hadir ketika muncul tunas-tunas bangsa dengan potensi tinggi berniat merubah wajah negeri menjadi lebih baik.

Kali ini tunas bangsa berpotensi itu muncul di negeri Maluku, negeri indah dengan seluruh sumber daya alam yang melimpah ruah.

Amina Novembrella Tuharea (Na, 15 th) dan Christofel lewedalu (Eto, 16th) namanya. Sosok muda bersahaja dan berwawasan luas. Memiliki mimpi mengubah potret remaja Maluku menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi bangsa.

Dari kecil mereka sudah akrab dengan BKKBN karena berasal dari keluarga yang dekat dengan BKKBN khususnya forum GenRe.

Perlahan tapi pasti dalam tahapan perkembangannya mereka mulai kenal dan menyukai program yang peduli remaja tersebut.

Hingga akhirnya mereka terpilih menjadi Juara Pertama Apresiasi Duta GenRe Tingkat Provinsi Tahun 2025 yang diselenggarakan pada 28/08/2025 lalu, dan akan melaju ke Tingkat Nasional mewakili remaja Maluku dalam ajang yang sama nantinya.

Perjalanan meraih Juara bukan hal yang mudah, karena tahapan seleksi yang ketat. Namun karena ketekunan, kegigihan dan ide-ide briliannya mereka berhasil menyabet juara I dalam acara bergengsi tersebut.

Eto (16 th), terpilih mewakili remaja Kota Ambon ini dengan antusias memaparkan bagaimana pentingnya peran lingkungan dalam membentuk karakter remaja.

Menurutnya remaja adalah masa transisi dari masa anak ke masa dewasa, mencari jati diri, saat yang menyenangkan untuk mencari pengalaman-pengalaman baru.

Masa Ini sangat penting untuk merencanakan masa depan sehingga perlu diarahkan dengan baik agar remaja tidak terjerumus dengan hal negatif yang menimbulkan penyesalan di saat dewasa nanti.

Karena itu remaja harus dijaga karena mereka merupakan penerus estafet bangsa kelak.

Selanjutnya eto menyinggung bahwa orangtua sangat memiliki andil dalam membentuk karakter anak. Namun perlu diingat bahwa ketika beranjak remaja, anak akan bergaul dan membentuk kelompok di lingkungannya sendiri.

”Anak jaman now itu sangat friendly sebenarnya namun mereka tidak suka digurui, didikte apalagi dimarahi jika sampai dirumah, sudahlah disekolah lelah eh pulang sekolah semakin merasa jengah. Hal ini yang nantinya malah memicu remaja untuk mencari kenyamanan dan cinta lain di luar rumah. Bahayanya justru bisa menjerumuskan kehidupan mereka ke arah negatif.

Remaja itu perlu wadah yang benar untuk bisa menampung ekspresi dan cerita mereka. Gagasan yang diusung Eto ” BERSUARA (Berani Ekspresikan Rasa, Suarakan untuk Mereka yang Rawan dan Terluka) salah satunya. ”Bersuara” merupakan salah satu wadah bagi remaja yang mengalami kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, seksual, maupun digital untuk berani speak up.

”Jangan ada lagi yang menjadi korban kekerasan yang bungkam karena takut,” tegasnya.

Menurutnya, cerita yang dipendam adalah luka menganga dan suara yang disampaikan adalah langkah awal untuk pemulihan. Korban kekerasan pantas untuk didengarkan, dicintai dan diterima.

Untuk menunjang advokasi ini eto akan menyediakan ruang aman dan nyaman untuk bercerita, salah satunya dengan memaksimalkan peran media sosial Instagram dengan akun @bersuaracampaign_. Selanjutnya eto berencana menjalin kerjasama dengan Kementerian Perlindungan Perempuan Dan Anak, serta psikiater untuk bisa mendampingi program yang dibuat ini.

Senada dengan Eto, Na (15 th), gadis cantik dari Desa Tengah-Tengah Kabupaten Maluku Tengah juga memiliki program yang tak kalah hebatnya, ”BACABAR” namanya.

BACABAR (Bacarita Deng Beta Tentang Remaja) merupakan wadah saling bertukar cerita remaja.

Na siap Menjadi konselor sebaya yang mendengarkan setiap cerita dari remaja.

“Jika membutuhkan bantuan maka akan dicarikan penongka (pendorong) yakni orang yang lebih paham untuk memberikan solusi dan masukan yang benar, ujarnya.”

Program ini akan dijalankan melalui 3 aktifitas yakni sosialisasi di sekolah, diskusi santai dan podcast.

Diskusi santai sendiri sudah berjalan dan dapat diterima dengan baik oleh remaja di desanya.

”Awalnya mereka tidak mau mengkonsumsi tablet tambah darah, sekarang setelah diskusi dan sharing tentang manfaatnya, mereka jadi mau meminumnya, katanya” .

”Saya berupaya agar remaja tidak was-was untuk bercerita tentang apa saja karena saya dan forum GenRe akan siap mendengarnya dan siap membantu mencarikan solusinya jika ada kendala.”

Na juga berkomitmen terus menjadi corong edukasi dimanapun berada dan berharap hal-hal baik yang dilakukan bisa ditularkan ke wilayah lainnya di Maluku agar seluruh remaja Maluku menjadi remaja tangguh, sehat, cerdas dan ceria demi masa depan yang cemerlang yang berharga. (BKKBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.