AMBON, MPNews.com – Keluarga memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Berangkat dari semangat tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Maluku menyelenggarakan Sosialisasi Pengolahan Sampah Keluarga dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026, Kamis (25/6).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, sekaligus mendorong terbentuknya bank sampah di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, mengatakan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, keluarga merupakan tempat yang paling efektif untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan.
“Kami ingin Penyuluh KB memiliki pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah rumah tangga sehingga dapat menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Karena yang bersentuhan langsung dengan keluarga adalah para penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga. Dari keluarga inilah budaya mengelola sampah dengan baik dapat tumbuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi ini juga menjadi langkah awal membangun komitmen bersama pemerintah daerah di 11 kabupaten/kota untuk mengembangkan bank sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis keluarga.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga melalui pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai guna.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Budaya Cinta Lingkungan melalui Pengolahan Sampah Keluarga” tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Maluku.
Peserta terdiri atas Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, serta masyarakat dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku.
Sebagian peserta mengikuti kegiatan secara bersama-sama dari balai penyuluhan yang tersebar di berbagai wilayah kepulauan sehingga materi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Sosialisasi menghadirkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Dr. sc. agr. drh. Faradilla Attamimi, MTAPSc, yang membuka kegiatan secara resmi.
Turut hadir sebagai narasumber Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.KM., M.Si., M.H., yang memaparkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah rumah tangga, serta narasumber dari BRI/BFA Ambon yang menyampaikan materi mengenai literasi keuangan keluarga.
Dalam sambutannya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Maluku, Dr. sc. agr. drh. Faradilla Attamimi, MTAPSc, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
Oleh karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pembiasaan mengelola sampah sejak dari rumah. Momentum Harganas ke-33 menjadi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa lingkungan yang bersih berawal dari keluarga yang peduli terhadap pengelolaan sampah.
Faradilla menjelaskan bahwa penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga. Melalui pengomposan, pembuatan eco enzyme, dan eco brick, sampah rumah tangga tidak hanya dapat dikurangi, tetapi juga diolah menjadi produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri Rasul, S.KM., M.Si., M.H., menekankan bahwa peningkatan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya volume sampah, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) semakin terbatas.
Karena itu, paradigma pengelolaan sampah perlu bergeser dari pola “kumpul-angkut-buang” menjadi pengurangan sampah sejak dari sumbernya melalui penerapan prinsip 3R di tingkat rumah tangga.
Selain edukasi mengenai lingkungan, peserta juga memperoleh materi tentang literasi keuangan keluarga. Materi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu peluang peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan bank sampah dan kegiatan daur ulang yang bernilai tambah.
Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Maluku berharap semangat Harganas ke-33 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat peran keluarga sebagai pelopor perubahan.
Dengan keterlibatan aktif keluarga, Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, budaya mengelola sampah dari rumah diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama menuju Maluku yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(MP/umasBKKBNMaluku)
