AMBON, MPNews.com – Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku kolaborasi berikan edukasi keuangan bagi pegawai, para Penyuluh Keluarga Berencana (KB), dan Tim Pendamping Keluarga se-Provinsi Maluku.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya melalui peran para penyuluh KB yang berhadapan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa dan kampung.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, selain membangun keluarga yang sehat, keluarga juga harus memiliki kemampuan mengelola keuangan agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat dan meningkatkan kesejahteraan.
“Harapan kami, setelah mendapatkan literasi ini, keluarga-keluarga di Provinsi Maluku mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijaksana, terhindar dari perilaku konsumtif maupun praktik-praktik keuangan yang berisiko,” ujar Dr. Edi.
Ia menambahkan, literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting untuk mencegah munculnya berbagai persoalan keuangan dalam keluarga. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, keluarga diharapkan tidak hanya mampu menghindari risiko, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi pemberdayaan ekonomi keluarga yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dr. Edi berharap seluruh peserta, baik ASN, Penyuluh KB maupun kader, dapat menjadi agen edukasi di wilayah kerja masing-masing.
“Pengetahuan yang didapat jangan berhenti pada diri sendiri. Praktikkan dalam keluarga masing-masing, lalu sebarkan kepada kader dan masyarakat agar semakin banyak keluarga yang cerdas dalam mengelola keuangan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada OJK Provinsi Maluku atas kolaborasi yang telah terjalin dalam memberikan edukasi literasi keuangan kepada keluarga melalui Program Kampung KB.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, melalui kegiatan tersebut mendorong terbentuknya keluarga Maluku yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan aman.
“Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang sehat, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal,” ujarnya.
OJK menilai, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi semakin penting di tengah maraknya berbagai tawaran investasi dan layanan keuangan yang beredar di masyarakat.
Karena itu, para Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga diharapkan tidak hanya menjalankan tugas dalam mendukung terwujudnya keluarga berkualitas, tetapi juga dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan masing-masing.
“Sinergi OJK dan BKKBN Maluku ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak agen literasi keuangan yang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa dan Kampung KB di Maluku,” Paparnya.
Dia mengatakan, semakin meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, diharapkan ketahanan ekonomi keluarga di Maluku juga semakin kuat.
“Bersama kita bangun Maluku yang mandiri, sejahtera, dan tangguh ekonomi, menjadi semangat dalam kolaborasi edukasi keuangan tersebut,” tutupnya. (MP/Norin)