Natal Bersama Kemendukbangga/BKKBN 2025, Perkuat Refleksi Delapan Fungsi Keluarga

oleh -38 Dilihat
oleh

Jakarta, MPNews.com – Bina Rohani Kristiani KORPRI Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Tahun 2025 sebagai ruang refleksi spiritual bagi pegawai, sekaligus penguatan nilai keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Acara ini diadakan secara hybrid di kantor Kemendukbangga/BKKBN Jakarta, Jumat (23/01/2026).

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Melalui Natal Kita Kuatkan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045”, dimaknai sebagai ajakan untuk merenungkan kembali peran strategis keluarga dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan bernegara.

Tema dan subtema tersebut dinilai sejalan dengan mandat kementerian yang menempatkan keluarga sebagai satuan terkecil namun paling menentukan dalam pembentukan karakter bangsa.

“Tema yang diangkat untuk perayaan Natal tahun ini sangat tepat sebagai refleksi diri, dan juga dapat dikaitkan dengan keberadaan fungsi keluarga yang dalam perspektif kementerian kita ada delapan fungsi keluarga,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, dalam sambutannya.

Dalam perspektif Kemendukbangga/BKKBN, kedelapan fungsi keluarga tersebut adalah fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta reproduksi. Kedelapan fungsi tersebut menjadi semangat dan landasan kerja kementerian dalam memperkuat ketahanan keluarga Indonesia, dan pilar utama pembangunan keluarga.

“Lembaga terkecil adalah keluarga. Yang disebut teman-teman adalah keluarga adalah gereja-gereja kecil, yang disitulah akan membentuk karakter mulai dari hulu, mulai dari dasar, yang nanti semuanya berawal dari keluarga,” ujar Menteri Wihaji.

Melalui perayaan Natal ini, seluruh pegawai diajak meneguhkan kembali kesadaran bahwa kekuatan sebuah institusi, termasuk institusi negara, bertumpu pada kekuatan keluarga. Keluarga yang sehat, harmonis, dan berfungsi optimal akan melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing. (BKKBN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.