Pemkot Ambon Perkuat Transformasi Tata Kelola Berbasis Tekonologi Melalui Program Ambon Smart City 2025

oleh -51 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat transformasi tata kelola berbasis teknologi melalui program Ambon Smart City.

Sepanjang 2025, dari total 45 program yang tertuang dalam master plan, sebanyak 32 program berhasil direalisasikan, termasuk enam program inovatif di luar dokumen perencanaan awal.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Ambon, Dr. Ronald Lekransy, ST, M.Si, dalam kegiatan Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Rabu (4/2/2026).

Lekransy menjelaskan, salah satu langkah strategis Pemkot Ambon dalam mendukung program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Ambon Smart City.

Perda tersebut menjadi landasan hukum agar penyelenggaraan kota cerdas berjalan berkesinambungan, terarah, terpadu, sistematis, dan tepat sasaran.

“Perda ini penting sebagai pijakan hukum di daerah agar implementasi Smart City tidak berhenti pada program jangka pendek, tetapi berkelanjutan,” ujar Lekransy dalam paparannya di hadapan para asesor dari Kementerian Komunikasi Digital RI, Kementerian Dalam Negeri, serta unsur profesional.

Ia memaparkan, implementasi Ambon Smart City dievaluasi berdasarkan enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Branding, Smart Living, Smart Economy, Smart Society, dan Smart Environment.

Keenam dimensi tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta didukung kemitraan aktif dengan masyarakat.

Sejumlah inovasi strategis yang menjadi unggulan Pemkot Ambon sepanjang 2025 turut disoroti dalam evaluasi tersebut. Di antaranya Call Center 112 sebagai layanan panggilan darurat terpadu, WAJAR dan Kaluar Bacarita sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat, serta pengelolaan sampah berbasis Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF).

“Inovasi pengelolaan sampah ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang tidak tertangani, tetapi juga memberikan dampak ekonomi,” jelas Lekransy.

Di akhir paparannya, Lekransy menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Ambon Smart City. Ia juga mengapresiasi peran pimpinan OPD, seluruh staf, serta partisipasi masyarakat.

“Pemerintah Kota Ambon akan terus memastikan penyelenggaraan kota cerdas mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Lekransy. (MP/Norin)