Pencanangan Desa Cantik di Ambon, BKKBN Maluku dan BPS Kolaborasi Dalam Penyiapan Satu Data

oleh -28 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku mendorong penguatan integrasi data keluarga melalui pencanangan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, yang berlangsung di Kecamatan Leitimur Selatan, Rabu (22/4/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos., Kepala BPS Provinsi Maluku Maritje Pattiwaellapia, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dr. Mauliwaty Bulo, M.Si.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi pengelolaan data di Kampung Keluarga Berkualitas, khususnya dalam mengintegrasikan data kependudukan melalui Rumah Data Kependudukan (RDK) dan statistik sektoral pada Desa Cantik.
Ia mengatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan data yang akurat dan terintegrasi di tingkat desa.

Upaya tersebut juga menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan BPS Provinsi Maluku dalam harmonisasi pengelolaan data pada Rumah Data Kependudukan dan Desa Cantik guna mendukung terwujudnya satu data keluarga yang terintegrasi.

“Kemendukbangga/BKKBN mendukung pelaksanaan Program Desa Cantik sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan data di tingkat desa. Melalui kolaborasi ini, integrasi data dapat semakin optimal untuk mendukung intervensi program yang tepat sasaran,” ujarnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam arahannya menegaskan bahwa data berkualitas menjadi kunci dalam perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.

“Data yang berkualitas akan melahirkan perencanaan yang berkualitas, dan perencanaan yang berkualitas adalah kunci bagi pembangunan yang tepat sasaran demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui Program Desa Cantik, BPS memberikan pembinaan kepada desa agar mampu mengelola data secara mandiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan berbasis indikator yang terukur.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, S.Sos saat mencanangkan Desa Cantik di Kampung KB, menyatakan bahwa desa memiliki peran strategis sebagai subjek sekaligus ujung tombak pembangunan.
“Desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan sebagai subjek dan ujung tombak pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola data di tingkat desa menjadi penting mengingat masih terdapat keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemanfaatan data, yang berdampak pada kualitas kebijakan pembangunan.

Program Desa Cantik 2026 di Kota Ambon difokuskan pada tiga desa di Kecamatan Leitimur Selatan, yakni Negeri Kilang, Ema, dan Hukurila, melalui tahapan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Melalui sinergi lintas sektor, termasuk Kemendukbangga/BKKBN, program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya data desa yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.(MP/BKKBN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.