Perwakilan BKKBN Maluku Perkuat Sinergi Lintas Sektor Lewat Penandatanganan MoU dan PKS Program TAMASYA

oleh -86 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com –  Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku memperkuat sinergi lintas sektor melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) bersama sejumlah mitra strategis.

Kegiatan berlangsung di Ruang Baileo Kencana, Kantor BKKBN Provinsi Maluku, dan dihadiri pemerintah daerah, BUMN, lembaga pendidikan, serta organisasi sosial yang selama ini terlibat dalam jejaring pengasuhan anak usia dini di Maluku, Senin (8/12/2025).

Program TAMASYA menjadi salah satu inovasi unggulan Kemendukbangga/BKKBN untuk memberikan edukasi pengasuhan keluarga secara terstruktur dan ramah anak. Di Maluku, program ini dinilai penting karena sebagian keluarga masih menghadapi keterbatasan akses informasi pengasuhan, minimnya stimulasi perkembangan anak, serta beragamnya kualitas layanan PAUD dan daycare.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si., dalam pembukaan acara menegaskan bahwa penguatan Program TAMASYA tidak dapat dilakukan sendiri oleh Kemendukbangga/BKKBN. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci.

Beliau menyebut kerja sama yang ditandatangani bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen untuk menghadirkan lingkungan pengasuhan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini. “Kita menaruh harapan besar bahwa melalui kerja sama yang kuat, tidak ada lagi anak di Maluku yang tertinggal dalam tumbuh kembangnya, dan setiap keluarga memiliki tempat untuk belajar dan mendapatkan dukungan pengasuhan,” ujar Mauliwaty.

Empat institusi terlibat dalam penandatanganan MoU dan PKS, yakni PT Patra Niaga AFT Pattimura, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Wayame, PAUD Sadar Lingkungan – Yayasan Tunas Generasi Gemilang, dan Yayasan Caritas. Masing-masing memiliki peran berbeda namun saling melengkapi, mulai dari dukungan fasilitas, penguatan CSR, hingga penyediaan layanan pengasuhan yang bisa langsung diakses keluarga.

Melalui dokumen kerja sama tersebut, seluruh pihak bersepakat untuk mewujudkan lingkungan kerja ramah keluarga, menyediakan layanan pengasuhan yang aman dan berkualitas, meningkatkan kapasitas pendidik dan pengasuh, memfasilitasi peran orang tua dalam edukasi pengasuhan, memperkuat kolaborasi lembaga pemerintah–swasta, serta mendukung percepatan penurunan stunting.

Sinergi ini diharapkan mempercepat penyebarluasan praktik pengasuhan positif yang mendukung perkembangan sosial, emosional, kognitif, dan fisik anak sejak usia dini.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting karena menegaskan bahwa Program TAMASYA kini berdiri sebagai gerakan bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Dengan payung MoU dan PKS, implementasi program dinilai akan lebih kuat, terarah, dan berdampak luas.

Bagi Kemendukbangga/BKKBN, kerja sama ini merupakan bagian strategi jangka panjang untuk memperkuat edukasi pengasuhan, mendukung percepatan penurunan stunting, dan membangun generasi Maluku yang lebih sehat dan cerdas.

Menutup kegiatan, Mauliwaty kembali mengingatkan bahwa komitmen hari ini harus diwujudkan melalui langkah konkret. “Dengan kerja sama ini, kita berharap semakin banyak anak di Maluku yang mendapatkan pengasuhan berkualitas, semakin banyak orang tua yang mendapatkan edukasi, dan semakin banyak lembaga yang siap menjadi bagian dari gerakan besar pengasuhan positif,” tutupnya.

Perwakilan BKKBN Maluku optimistis penguatan MoU dan PKS ini akan memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan lingkungan pengasuhan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang bagi masa depan anak-anak Maluku. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.