Rakorda Bangga Kencana 2026 Dalam Mendukung Program BKKBN

oleh -19 Dilihat
oleh

AMBON, MPNewscom – Gubernur Maluku yang diwakili Asisten III Setda Provinsi Maluku Dominggus N Kaya mengatakan, Rapat Koordinasi (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang dilaksanakan saat ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan kependudukan dan keluarga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), mengurangi kemiskinan serta mendorong kesejahteraan keluarga.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan Rakorda Bangga Kencana 2026 untuk memperkuat Sinergi dalam membangun SDM yang berkualitas di daerah ini,” ujarnya saat membuka Rakerda Bangga Kencana Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor BKKBN Provinsi Maluku, Selasa (14/4/2026).

Dia mengakui, isu transformasi Kemendukbangga dalam mendukung program prioritas Presiden menuju Indonesia emas 2045 sesungguhnya selaras dengan visi Pemerintah Provinsi Maluku yaitu transformasi menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera.

“Saya berharap Rakorda Bangga Kencana ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen keluarga, Adapun pembangunan khususnya dalam peningkatan kualitas SDM pendidikan, kesehatan kesetaraan gender serta pengurangan kemiskinan dan pengangguran, ” paparnya.

Dalam mewujudkan generasi emas 2045 merupakan impian bangsa Indonesia juga khususnya Maluku.

“Diharapkan pada usianya yang ke-100 tahun Indonesia dapat memanfaatkan peluang bonus demografi dengan tersedianya SDM berkualitas yakni SDM yang sehat, cerdas, kreatif dan terpercaya,” harapnya

Dia mengakui, ada beberapa parameter program pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana di Provinsi Maluku.

“Dalam beberapa tahun terakhir cukup menggembirakan karena, hasil sensus penduduk menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk di Maluku turun cukup drastis dalam satu dasa warsa terkahir dari 1,95 % pada tahun 2020 menjadi 1,83% pada tahun 2020 dan sebagai Pusat statistik memproyeksikan penduduk Maluku tumbuh 1,28% pertahun selama kurun waktu 2020-2025,” ucapnya.

Dalam konteks kependudukan pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa, Maluku saat ini masih berada dalam periode bonus demografi yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif.

Selain utu, berdasarkan data ratio ketergantungan penduduk turun ke angka 45,74%.

“Ini berarti kita telah memasuki bonus demografi yang tercipta sebagai proses akumulasi jangka panjang program pemerintah yaitu kesehatan dan keluarga berencana,” terangnya.

Pihaknya, ingin menyampaikan dukungan penuh terhadap program Kemendukbangga/BKKBN sebagai upaya percepatan pencapaian target pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana, karena ini sangat sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Maluku.

Program ini diantaranya, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Lansia Berdaya.

“Program-program ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas keluarga dan pembangunan manusia secara menyeluruh pada seluruh jajaran,” tandasnya.

Dia berharap, agar dapat meningkatkan strategi-strategi berbasis kedaerahan bekerja sama mampu membangun secara bersinergi untuk mewujudkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta upaya pencegahan penurunan stunting di Maluku

“Mari kita satukan langkah dan tekad demi generasi Maluku yang sehat, cerdas dan berkualitas guna mewujudkan Indonesia emas 2045,” tutupnya. (MP/Norin)