Verifikasi Faktual Selamatkan Baduta KRS, Risiko Stunting Terdeteksi Dini di Desa Bula-SBT

oleh -95 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Verifikasi faktual Keluarga Risiko Stunting (KRS) tidak hanya memastikan ketepatan data sasaran program, tetapi juga berperan penting dalam mendeteksi risiko kesehatan anak sejak dini. Di Desa Bula, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, verifikasi faktual yang dilakukan tim lintas sektor berhasil menemukan kondisi baduta KRS yang membutuhkan penanganan kesehatan segera.

Kegiatan verifikasi faktual KRS sasaran Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) ini dilaksanakan selama tiga hari, Kamis, Jumat, dan Senin, 22, 23, dan 26 Januari 2026. Kegiatan melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Seram Bagian Timur, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Ketua PKK Desa Bula, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta kader Posyandu.

Sebelum turun ke lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dan penyampaian laporan kepada Ketua PKK Desa Bula terkait data sasaran KRS serta data status gizi kurang dari Puskesmas yang akan mendapatkan bantuan Program Genting. Selanjutnya, tim melakukan kunjungan rumah untuk memverifikasi kondisi faktual keluarga sasaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menemukan satu Keluarga Risiko Stunting kelompok baduta yang mengalami kondisi lemas akibat diare selama lima hari. Baduta berinisial Y.T.P. kemudian dirujuk ke RSUD Bula untuk mendapatkan penanganan kesehatan sebagai langkah pencegahan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Selain melakukan rujukan layanan kesehatan, verifikasi faktual juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada keluarga mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Program Genting, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

Dari hasil verifikasi faktual tersebut, sebanyak 15 Keluarga Risiko Stunting sasaran Program Genting berhasil diverifikasi. Tim juga mendokumentasikan kondisi terkini faktor risiko stunting, seperti kondisi rumah dan sanitasi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan anak.

Sebagai tindak lanjut terhadap temuan di lapangan, Tim Pendamping Keluarga melakukan fasilitasi layanan bantuan tunggakan BPJS Kesehatan kepada keluarga baduta berinisial Y.T.P. Fasilitasi tersebut dikoordinasikan dengan Kepala Desa Bula untuk memperoleh kepesertaan BPJS-PBI agar keluarga sasaran dapat memperoleh layanan kesehatan gratis di RSUD Bula.

Ke depan, hasil verifikasi faktual ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan laporan Keluarga Risiko Stunting sasaran Program Genting berdasarkan skala prioritas dan dilaporkan kepada tim pengendali Genting di DPPKB Kabupaten Seram Bagian Timur. Selain itu, akan dilakukan pemetaan kelompok sasaran KRS yang akan diintervensi melalui Program Genting dan Program Makan Bergizi Gratis. (**)