Wali Kota Ambon Harapkan Sekolah Bebas Tawuran Pada Perayaan Hardiknas 2026

oleh -48 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena harapkan, sekolah di Kota Ambon bebas tawuran, perundungan, dan kekerasan saat memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di Balai Kota, Senin (4/5/2026).

Dia mengatakan, saat ini banyak tawuran yang masih terjadi diantara para pelajar di Kota Ambon, khususnya di tingkat Sekolah Menengah Petama (SMP). Karena, pada usia 12 hingga 15 tahun merupakan fase penting pembentukan karakter, sehingga kekerasan di sekolah harus dihentikan.

“Apabila di usia itu anak-anak sudah terbiasa dengan kekerasan, bagaimana masa depan mereka, dan bagaimana bisa mewujudkan pendidikan yang baik jika sekolah masih diwarnai tawuran,” terangnya.

Dia mengakui, peringatan Hardiknas tahun ini harus menjadi momentum bersama untuk memastikan lingkungan pendidikan di Ambon benar-benar aman dan nyaman bagi siswa.

“Sebagian besar kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi di lingkungan sekolah, padahal sekolah seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter.

Selain isu pendidikan, ia turut menyinggung komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-451 dengan mengusung semangat “Ambon Bersih”.

Karena itu, pihaknyamemberikan, apresiasi kepada dua warga lanjut usia, Bapak Paniko dan Bapak Ishak, yang dinilai menjadi teladan karena tetap aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Di usia lanjut, mereka masih menunjukkan dedikasi luar biasa bagi kota ini. Ini contoh nyata yang harus kita tiru,” ujarnya.

Dia mengakui, budaya bersih tidak hanya terbatas pada lingkungan fisik, tetapi juga mencakup kebersihan hati, pikiran, dan perilaku.

Untuk itu, pihaknya mengajak, seluruh pelaku pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan, agar menanamkan nilai-nilai tersebut kepada siswa sejak dini.

“Sebagai langkah konkret, Pemkot Ambon meminta setiap sekolah mengumpulkan orang tua dan siswa guna membangun komitmen bersama dalam mencegah tawuran. Sekolah juga diminta mendokumentasikan kegiatan tersebut sebagai bentuk keseriusan,” paparnya.

Tak hanya itu, Wattimena mendorong agar guru menyisipkan pesan moral singkat setiap hari sebelum pelajaran dimulai.

“Cukup satu sampai dua menit untuk mengingatkan siswa tentang pentingnya hidup damai, saling menghargai, dan menjauhi kekerasan,” katanya.

Dia mengaku, optimistis, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membawa perubahan besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

“Dengan menciptakan lingkunganyang sehat dapat menciptakan lingkungan yang bersih,” tandasnya. (MP/Tim)