Pemkot Ambon Dorong UMKM Manfaatkan Sistem Pembayaran Digital Berbasis QRIS

oleh -214 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Pemerintah Kota Ambon mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon untuk memanfaatkan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) guna memperkuat daya saing usaha di era ekonomi digital.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen serta Akuisisi Merchant QRIS bagi Pelaku UMKM yang berlangsung di Ruang Vlisingen, Balai Kota Ambon, Senin (9/3/2026).

Dalam kegiatan itu, Ely Toisuta hadir mewakili dan membacakan sambutan Wali Kota Ambon, Bodewin Watimena. Turut hadir Deputi Bank Indonesia, Dicky Afriyanto, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Ambon, perwakilan Bank Tabungan Negara, serta pelaku UMKM di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, Ely menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional karena berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi produk.

“Untuk mewujudkan peran UMKM dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, maka pelaku UMKM perlu terus didorong agar memiliki daya saing melalui inovasi dan digitalisasi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Indonesia saat ini tengah mengalami transformasi besar dalam sistem pembayaran digital melalui QRIS yang diinisiasi Bank Indonesia. Sistem tersebut dinilai mampu mengubah pola transaksi masyarakat dari tunai menjadi non-tunai yang lebih cepat, efisien, mudah, murah, dan aman.

Menurutnya, penggunaan QRIS juga memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku usaha. Selain memudahkan pencatatan transaksi secara otomatis, sistem ini membantu pelaku UMKM dalam mengelola arus kas, mengurangi kebutuhan uang kembalian, serta meminimalkan risiko uang palsu maupun pencurian.

Lebih lanjut, Ely menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon terus berkomitmen memperkuat sektor UMKM melalui berbagai program strategis. Salah satunya tertuang dalam 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon periode 2025–2029, khususnya pada program prioritas kelima yang menitikberatkan pada kemudahan investasi, pembangunan UMKM, bantuan modal usaha, serta akses lapangan kerja.

Pemkot Ambon, lanjutnya, juga telah menyediakan berbagai fasilitas bagi pelaku UMKM, termasuk ruang usaha serta bantuan sarana booth container di sejumlah ruang terbuka publik seperti RTP Wainitu, RTP Amahusu, dan RTP lainnya.

“UMKM diintegrasikan dengan sektor lain seperti musik, seni, dan budaya di ruang publik sehingga dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Kota Ambon,” jelasnya.

Pengelolaan ruang terbuka publik tersebut dilakukan melalui Tim Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Publik Kota Ambon (Terapota), sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan pemuda dalam industri kreatif.

Dia menambahkan,  digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut kepercayaan dan keamanan transaksi. Karena itu, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfokus pada pendaftaran merchant QRIS, tetapi juga pada edukasi perlindungan konsumen.

Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM diharapkan memahami cara bertransaksi digital secara aman, melindungi data usaha dan pelanggan, serta menghindari berbagai modus penipuan berbasis teknologi digital.

“Dengan semakin banyaknya merchant QRIS di Kota Ambon, maka UMKM akan semakin inklusif, efisien, dan mampu memperluas jangkauan pasar,” katanya.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Dia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pendampingan langsung dalam proses pendaftaran merchant QRIS,” tandasnya.(MP/Tim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.