Butuh Tempat Cerita? BKKBN Maluku Hadirkan Konsultasi Gratis Langsung dengan Psikolog

oleh -35 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Tidak semua persoalan mudah diceritakan kepada orang terdekat. Ada yang memilih diam karena takut dihakimi, ada pula yang belum tahu harus mulai bercerita dari mana. Kini, masyarakat Maluku memiliki ruang konsultasi yang lebih mudah dijangkau melalui layanan WhatsApp gratis yang langsung terhubung dengan psikolog yang disediakan Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku.

Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor 0851-9550-5508. Masyarakat cukup mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk memulai konsultasi tanpa harus datang langsung ke tempat layanan.

Layanan ini terbuka bagi siapa saja. Remaja, orang tua, ayah, ibu, pasangan, maupun masyarakat yang sedang menghadapi persoalan dan membutuhkan tempat untuk bercerita dapat memanfaatkannya.

Persoalan yang ingin dikonsultasikan pun tidak harus menunggu menjadi besar.

Kebingungan menghadapi masa depan, persoalan dalam keluarga, pengasuhan anak, hubungan dengan pasangan, permasalahan remaja, hingga hal-hal yang membuat seseorang merasa membutuhkan tempat untuk berbicara dapat menjadi bagian dari percakapan bersama psikolog.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, mengatakan kehadiran layanan tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan akses konsultasi kepada masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang mudah dijangkau masyarakat. Ketika seseorang sedang menghadapi persoalan, tidak selalu mudah untuk datang langsung dan menceritakannya. Karena itu, kami membuka ruang konsultasi melalui WhatsApp agar masyarakat dapat memulai cerita dengan lebih mudah dan mendapatkan pendampingan langsung dari psikolog,” katanya.

Kehadiran layanan berbasis WhatsApp ini juga memperluas akses Klinik Telaga Bening, sehingga konsultasi tidak hanya dilakukan melalui pertemuan tatap muka, tetapi dapat dimulai dari ruang digital yang sudah akrab dengan keseharian masyarakat.

Bagi remaja, misalnya, persoalan mengenai pertemanan, keluarga, pendidikan, hubungan sosial maupun rencana masa depan terkadang menjadi hal yang sulit dibicarakan.

Demikian pula bagi orang tua yang menghadapi tantangan pengasuhan atau persoalan dalam keluarga. Ruang konsultasi dapat menjadi tempat untuk mengutarakan persoalan sekaligus mendapatkan sudut pandang profesional.

Kebutuhan terhadap ruang konsultasi juga tidak mengenal usia. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat 256.838 penduduk usia 10–17 tahun di Provinsi Maluku, yang terdiri atas 131.842 laki-laki dan 124.996 perempuan. Kelompok remaja tersebut merupakan bagian penting dari pembangunan keluarga dan generasi masa depan Maluku.

Namun, layanan konsultasi tidak hanya ditujukan kepada remaja. Orang tua hingga remaja, bahkan siapa pun yang membutuhkan ruang untuk bercerita, dapat mengakses layanan tersebut.

Prinsipnya sederhana: masyarakat tidak harus menghadapi persoalan seorang diri ketika membutuhkan tempat untuk berbicara.

Layanan konsultasi diberikan secara gratis dan langsung terhubung dengan psikolog, dengan menjaga privasi serta kerahasiaan pengguna layanan.

Kaper menjelaskan, kemudahan akses menjadi salah satu hal penting agar masyarakat tidak ragu mengambil langkah awal ketika membutuhkan konsultasi.

“Tidak harus menunggu masalah menjadi berat untuk mulai berkonsultasi. Yang paling penting adalah berani mengambil langkah pertama. Kami berharap layanan ini dapat menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk bercerita, didengarkan, dan mendapatkan pendampingan,” jelasnya.

Melalui layanan tersebut, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku ingin membangun pesan bahwa meminta ruang untuk bercerita bukanlah sesuatu yang perlu dirasakan sebagai beban. Justru, keberanian untuk membicarakan persoalan dapat menjadi langkah awal untuk memahami situasi dan mencari jalan keluar yang lebih tepat. (MP/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.