AMBON, MPNews.com – Generasi muda Maluku kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Christofel Lewedalu dan Amina Tuharea berhasil meraih penghargaan Juara Inspiratif Wilayah Kepulauan Maluku dan Papua Duta GenRe Indonesia 2026 dalam ajang Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana Nasional (ADUKJAKNAS) 2026.
Penghargaan tersebut menjadi capaian tersendiri bagi Maluku dalam ajang yang mempertemukan para Duta Generasi Berencana (GenRe) dari berbagai provinsi di Indonesia. Puncak ADUKJAKNAS 2026 berlangsung di Auditorium Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Christofel Lewedalu dan Amina Tuharea bukan nama baru dalam pembinaan remaja di Maluku. Keduanya merupakan Duta GenRe Putra dan Putri Provinsi Maluku Tahun 2025 yang sebelumnya terpilih melalui ajang pemilihan tingkat provinsi.
Penghargaan di tingkat nasional ini menjadi bagian dari perjalanan keduanya dalam membawa pesan Generasi Berencana, sekaligus menunjukkan keterlibatan anak muda Maluku dalam ruang-ruang edukasi dan pemberdayaan remaja.
Kiprah tersebut tidak hanya berkaitan dengan kompetisi dan pencapaian gelar. ADUKJAKNAS menjadi ruang apresiasi sekaligus pengembangan kapasitas Duta GenRe dari berbagai daerah. Dalam ajang 2026, sebanyak 68 finalis dari 34 provinsi mengikuti rangkaian kegiatan nasional yang mengangkat kreativitas, kepemimpinan, dan kontribusi generasi muda dalam mendukung program GenRe.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa Duta GenRe memiliki peran penting dalam mengawal perkembangan remaja. Wihaji menyebut para Duta GenRe sebagai garda terdepan dalam mengawal remaja usia 10–24 tahun melalui program Generasi Berencana.
“Semangatnya ada tiga. Satu, kampanye tentang tidak melakukan seks bebas atau jangan melakukan seks sebelum menikah. Kedua, jangan melakukan pernikahan dini. Ketiga, jangan napza, narkotika dan narkoba,” jelas Wihaji.
Ia juga menyoroti peran Duta GenRe dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada remaja, termasuk melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Peran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang mendukung remaja agar mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab dan merencanakan masa depan.
Bagi Maluku, capaian Christofel dan Amina menjadi momentum untuk terus memperkuat peran generasi muda sebagai mitra pembangunan keluarga. Pengalaman dan jejaring yang diperoleh di tingkat nasional diharapkan dapat dibawa kembali ke daerah, menjadi inspirasi bagi remaja lain, serta memperluas keterlibatan mereka dalam menyuarakan pentingnya perencanaan masa depan.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa peran Duta GenRe tidak berhenti pada selempang maupun penghargaan. Lebih dari itu, para duta diharapkan hadir di tengah remaja, berbagi pengetahuan, membangun kepedulian, dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan generasi Maluku yang sehat, berkarakter, serta mampu merencanakan masa depannya. (MP/**)




