Gubernur Harap UMKM Maluku Didorong Naik Kelas

oleh -2 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Upaya tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Maluku Menggurebe 2026 yang kini memasuki tahun pelaksanaan keenam.

Hal itu disampaikan Gubernur Maluku dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku, Sadali Ie, pada kegiatan Maluku Menggurebe 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku tersebut mengusung tema “Menggurebe Mendorong Kreativitas dan Inovasi UMKM untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing”.

Dalam sambutan itu, Pemerintah Provinsi Maluku menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam mendukung pengembangan UMKM di daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku atas konsistensi dan komitmennya dalam menyelenggarakan Maluku Menggurebe yang tahun ini telah memasuki penyelenggaraan yang keenam,” demikian petikan sambutan Gubernur Maluku yang dibacakan Sadali Ie.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa perekonomian Maluku menunjukkan perkembangan positif. Pada triwulan II tahun 2026, ekonomi Maluku tumbuh sebesar 5,31 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,14 persen.

“Capaian ini tentu harus terus kita jaga dan perkuat dengan mendorong sumber-sumber pertumbuhan yang produktif, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Menurut Gubernur, UMKM memiliki peran strategis karena tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga mendorong kreativitas, inovasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah berbagai potensi unggulan daerah.

Maluku memiliki beragam potensi sumber daya alam, mulai dari perikanan, pala, cengkeh, kelapa, hingga berbagai produk olahan yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai tambah dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

Selain itu, kekayaan budaya Maluku, termasuk berbagai kerajinan khas daerah, juga memiliki potensi ekonomi yang perlu terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai warisan budaya.

Karena itu, Maluku Menggurebe diharapkan menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, meningkatkan kualitas, serta memperluas akses pasar.

Pemprov Maluku juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi. Penguatan kemampuan digital, peningkatan kapasitas usaha, serta pemanfaatan sistem pembayaran nontunai dinilai dapat membantu produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas.

Lebih lanjut, pengembangan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi momentum bagi UMKM Maluku untuk tumbuh naik kelas, memperluas pasar, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” demikian petikan sambutan Gubernur Maluku.

Pada kesempatan itu, masyarakat Maluku juga diajak untuk mendukung produk lokal dengan membeli, menggunakan, dan memperkenalkan produk-produk UMKM kepada masyarakat luas.

Melalui penyelenggaraan Maluku Menggurebe 2026, diharapkan UMKM di Maluku semakin kreatif, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (MP/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.