AMBON, MPNews.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A.M. Djiwandono, mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Maluku untuk terus mengembangkan potensi lokal, memanfaatkan digitalisasi, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Pesan tersebut disampaikan Thomas dalam sambutannya pada kegiatan Maluku Manggurebe 2026, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan keenam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, Dekranasda, dan berbagai mitra kerja.
Thomas mengatakan, Maluku memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang dapat menjadi modal utama dalam mengembangkan produk unggulan daerah. Potensi itu meliputi hasil perikanan, pala, cengkeh, kelapa, serta kerajinan tenun khas Maluku.
“Kekayaan sumber daya dan budaya ini merupakan modal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui pengembangan rantai pasok yang terintegrasi,” ujarnya.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola secara berkelanjutan agar tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi juga dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memperoleh peluang usaha yang lebih luas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Thomas menjelaskan, Maluku Manggurebe 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang mengedepankan edukasi, kreativitas, inovasi, dan promosi produk daerah. Rangkaian kegiatan mencakup talkshow, perlombaan, workshop, fashion show, kurasi produk, pameran UMKM, serta edukasi dan perluasan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain pengembangan potensi lokal, Thomas menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung kemajuan UMKM. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, dan mempermudah hubungan antara pelaku usaha dengan konsumen.
Bank Indonesia terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Hingga Agustus 2026, volume transaksi QRIS di Provinsi Maluku tercatat tumbuh sebesar 629,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi dan sinergi yang luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Thomas.
Ia menambahkan, pemanfaatan digitalisasi ke depan perlu diperluas, tidak hanya untuk pembayaran, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antarpelaku UMKM dan membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Di sisi lain, Bank Indonesia juga berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas usaha, akses pembiayaan, dan pengembangan UMKM berorientasi ekspor melalui program UMKM potensial, UMKM digital, dan UMKM go export.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas usaha, serta mendorong pelaku UMKM Maluku untuk naik kelas dan memasuki pasar yang lebih luas.
Thomas turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah se-Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, pelaku usaha, asosiasi perbankan, dan seluruh mitra kerja yang telah mendukung penyelenggaraan Maluku Manggurebe 2026.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sehingga pengembangan UMKM memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Maluku yang inklusif dan berkelanjutan. (MP/**)




