Akselerasi Program BETA KEJAR, OJK Gandeng Guru di Kota Ambon Jadi Duta Literasi Keuangan.

oleh -2 Dilihat
oleh

AMBON, MPNew.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bergerak cepat membentengi generasi muda dari ancaman kejahatan finansial yang kian marak. Langkah strategis ini diwujudkan melalui sinergi besar bersama Pemerintah Kota Ambon dan Kementerian Agama Kota Ambon dengan menggelar ‘Training of Trainers’ (ToT) serta pengenalan Modul Ajar Literasi Keuangan bagi guru IPS tingkat SMP/MTs se-Kota Ambon, Selasa (30/6/2026).

Langkah progresif ini bukan tanpa alasan. Guru dinilai sebagai ujung tombak paling efektif untuk menularkan kecerdasan finansial langsung ke ruang-ruang kelas, sekaligus menjadi fondasi kuat demi mewujudkan masa depan generasi Maluku yang lebih sejahtera.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Ambon ini diikuti oleh 45 guru mata pelajaran IPS pilihan. Agenda strategis ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Bulan Literasi Keuangan 2026, sekaligus tindak lanjut konkret dari Surat Edaran Walikota Ambon Nomor 400.3.1/10/SE/2026 terkait implementasi program bersama bertajuk “BETA KEJAR” (Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar).

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady menegaskan bahwa peran tenaga pendidik saat ini jauh lebih krusial. Guru tidak hanya mentransfer ilmu akademik, tetapi juga memegang kunci dalam membentuk karakter serta perilaku keuangan generasi muda.

“Bapak/Ibu Guru kami harapkan dapat menjadi bagian penggerak Duta Literasi Keuangan yang akan membangun generasi muda cerdas keuangan melalui penyampaian edukasi keuangan yang terstruktur, pemberian informasi terkini tentang jasa keuangan, dan pembentukan karakter para murid,” ujar Haramain Billady dalam sambutannya.

Tidak hanya menyasar internal sekolah, OJK Maluku juga menaruh harapan besar agar para guru peserta ToT mampu bertransformasi menjadi benteng pertahanan masyarakat di luar sekolah. Mereka didorong aktif mengedukasi warga sekitar agar tidak terjebak dalam lingkaran setan aktivitas keuangan ilegal, penipuan transaksi, hingga kejahatan finansial digital lainnya.

“Saya mengajak Bapak dan Ibu Guru menjadi agen perubahan yang menginspirasi masyarakat untuk cerdas mengelola keuangan, dan berani mengatakan TIDAK terhadap berbagai jenis aktivitas keuangan ilegal!” pungkas Haramain dengan tegas.

Modul Ajar Literasi Keuangan yang diperkenalkan dalam ToT ini sebelumnya telah resmi diluncurkan oleh Penjabat Walikota Ambon tepat pada Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026 lalu. Melalui pelatihan ini, para guru IPS kini dibekali metodologi matang untuk langsung mengintegrasikan materi keuangan ke dalam kurikulum pembelajaran formal.

Menariknya, komitmen OJK Maluku dalam mengawal program ini terlihat dari dihadirkannya kolaborasi multisektor.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Ambon, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS, hingga jajaran raksasa Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) lokal dan nasional, seperti Bank Maluku dan Maluku Utara, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Maluku, BPJS Ketenagakerjaan, Pegadaian, hingga Adira Finance.

Dengan keterlibatan masif para guru dan industri keuangan, Ambon kini bersiap mencetak generasi baru yang tidak hanya melek digital, tetapi juga cerdas dan tangguh secara finansial.(MP/Norin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.