AMBON, MPNews.com – Angka stunting di Kota Ambon terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Kota Ambon mengklaim prevalensi stunting telah turun hingga berada di bawah angka 20 persen. Namun di balik capaian tersebut, masih terdapat persoalan sinkronisasi data pelaporan antara daerah dan pemerintah pusat yang perlu segera dibenahi.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ambon, Welly Patty, mengatakan upaya penanganan stunting di daerah selama ini telah berjalan maksimal melalui kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, terdapat perbedaan data yang muncul dalam sistem monitoring pusat meskipun laporan dari daerah telah disampaikan secara rutin.
“Semua data yang menjadi tugas kami sudah dilaporkan melalui sistem monitoring. Namun, data yang muncul di pusat tidak sama dengan yang kami laporkan. Karena itu perlu pengawalan bersama agar data daerah dan pusat bisa sinkron,” kata Welly Patty kepada wartawan usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Balai Kota Ambon, Senin (1/6/2026).
Dia mengatakan, koordinasi dan pengawasan pelaporan stunting berada di bawah kendali Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sebagai leading sector.
“Seluruh OPD terkait menyampaikan laporan sesuai bidang masing-masing yang kemudian dihimpun dan dikoordinasikan melalui Bappeda,” ujarnya.
Dia mengakui, penanganan stunting merupakan kerja kolaboratif yang melibatkan berbagai instansi. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada intervensi spesifik, sementara intervensi sensitif dilakukan oleh sejumlah OPD lain seperti DPPKB, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, sektor pertanian, serta instansi terkait lainnya.
“Semua OPD bekerja sesuai tugas masing-masing. Hasil kerja itu kemudian dilaporkan dan dibahas dalam rapat koordinasi penanganan stunting,” paparnya.
Meski masih terdapat persoalan pada sinkronisasi pelaporan data, Welly menegaskan bahwa capaian penurunan stunting di Kota Ambon menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting Kota Ambon telah berada di kisaran 19 persen. Capaian tersebut dinilai cukup baik karena sudah berada di bawah target ambang 20 persen.
“Data SKI menunjukkan angka stunting Ambon sudah sekitar 19 persen. Kalau sudah di bawah 20 persen berarti progresnya baik. Sekarang yang perlu terus diperkuat adalah edukasi dan sosialisasi pola asuh kepada masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, pola asuh anak masih menjadi salah satu faktor penting dalam upaya percepatan penurunan stunting. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan pemahaman keluarga terkait pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, serta pola pengasuhan yang tepat.
“Pola asuh sangat berpengaruh. Bukan hanya soal makan sampai kenyang, tetapi bagaimana memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi dengan baik,” tandasnya. (MP/Norin).





