AMBON, MPNews.com – Staf Kantor Perwakilan BI Maluku Royal Obed Hehanussa menghimbau, masyarakat untuk Waspada selama melakukan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) karena, ada modus penipuan baru.
“Kami menghimbau masyarakat untuk memastikan siapa penerima saat transaksi menggunakan Qris, karena saat ini banyak modus penipuan yang digunakan melalui barcode yang dipajang pada konter-konter dengan menggunakan gambar yang tidak jelas, karena itu kita harus waspada terhadap masalah ini,” ujarnya saat menjadi nara sumber dalam sosialisasi kebijakan Bank Indonesia di Bidang Sistem Pembayaran Digital, Perlindungan Konsumen serta Ekonomi Keuangan Syariah yang berlangsung di Hotel Zest, Senin (13/42026).
Dia meminta, masyarakat yang akan melakukan transaksi dengan QRIS, dapat memastikan agar, aman dan mudah dalam bertransaksi bersama konter yang ada.
“Banyak kasus yang dialami masyarakat, karena itu saya sangat prihatin makanya, kita harus berhati-hati sebelum melakukan transaksi agar tidak merugikan masyarakat sendiri,” ujarnya.
Dia mengakui, Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait cara aman dalam bertransaksi termasuk penggunaan Qris sebagai alternatif pembayaran digital.
“Bank Indonesia bersinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan literasi seluruh lapisan masyarakat baik melalui edukasi formal maupun informal, sehingga diharapkan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital dapat berkembang serta membawa manfaat yang besar bagi perekonomian,” paparnya.
Dia meminta, masyarakat berhati-hati dalam menyimpan kode QR dan Letakkan kode kea di tempat yang mudah diawasi untuk mencegah penggantian Chris oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu jangan meminjamkan Kris untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta alat fisikris dengan bahan yang transparan dan dapat dilindungi seperti akrilik kaca atau lainnya untuk menghindari kerusakan pada kode QR.
Apabila kedepan, lanjut dia, masyarakat mengalami kehilangan atau kerusakan pada kode QR segera menghubungi acquirer anda.
“Saya minta masyarakat untuk mengikuti petunjuk pembayaran dan informasikan oleh merchant dengan memperhatikan aplikasi pada saat memindai krisis agar aman dan nyaman dalam bertransaksi,” tandanya. (MP/Norin)





