Cegah Stunting, Sekda Buru Ajak Semua Pihak Jadi Orang Tua Asuh

oleh -3 Dilihat
oleh

NAMLEA, MPNews.com –  Sebagai upaya mencegah stunting di Kabupaten Buru membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak. Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Azis Tomia, S.STP., MAP, mengajak seluruh unsur Mitra Pentahelix untuk mengambil peran sebagai Orang Tua Asuh melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Ajakan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi Mitra Pentahelix GENTING Kabupaten Buru yang turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Buru dan para undangan, Kamis (1/10/2026).

“Penurunan stunting bukanlah tugas pemerintah daerah semata. Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama demi menyelamatkan masa depan generasi penerus daerah kita,” ujar Sekda Buru.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menjalankan GENTING. Karena itu, ia mengajak pemerintah, BUMN/BUMD, wiraswasta, komunitas, akademisi, dan media untuk bersama-sama mengambil peran sebagai Orang Tua Asuh.

“Mari kita bagi peran untuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA) secara nyata, bersatu padu, menyisihkan sebagian perhatian dan sumber daya yang dimiliki terhadap Keluarga Berisiko Stunting,” ajaknya.

Ajakan tersebut didasarkan pada kondisi keluarga berisiko stunting yang dapat menghadapi berbagai faktor, antara lain keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, kurangnya pemahaman mengenai stunting, rumah tidak layak huni, jamban yang kurang memadai, keterbatasan akses air bersih, serta rendahnya pendapatan ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, GENTING diarahkan untuk memberikan dukungan kepada keluarga berisiko stunting melalui berbagai bentuk intervensi, di antaranya bantuan rumah layak huni, bantuan ekonomi kreatif, bantuan jamban sehat, akses air bersih, dan pemberian nutrisi.

Azis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersedia menjadi Orang Tua Asuh maupun memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting. Ia menilai dukungan tersebut merupakan investasi kemanusiaan bagi generasi masa depan Kabupaten Buru.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, turut menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan GENTING.

“GENTING melibatkan semua pihak melalui kolaborasi mitra GENTING untuk mencegah stunting secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak nyata.”

Di Kabupaten Buru, data GENTING mencatat 635 keluarga berisiko stunting sebagai sasaran, dengan 1.162 KRS telah terintervensi. Data tersebut menunjukkan persentase intervensi sebesar 183,0 persen, dengan estimasi nominal bantuan mencapai Rp205,3 juta.

Intervensi yang tercatat terdiri atas 1.152 edukasi, 13 bantuan nutrisi, dan 10 bantuan rumah layak huni. Sementara itu, pada data yang tersedia belum tercatat intervensi untuk akses air bersih, jamban sehat, dan pemberdayaan ekonomi.

Dari sisi keterlibatan mitra, tercatat 16 bantuan dalam pelaksanaan GENTING Kabupaten Buru, yang berasal dari 14 perorangan, satu pihak swasta, dan satu pihak lainnya.

Untuk mendukung pengelolaan donasi secara transparan dan akuntabel, Pemerintah Kabupaten Buru bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Buru telah menandatangani kesepakatan bersama pada 9 September 2026.

Baznas Kabupaten Buru menjadi pihak yang memiliki legitimasi untuk menampung donasi dari Orang Tua Asuh maupun pihak yang memberikan bantuan kepada anak-anak dari keluarga berisiko stunting.

Melalui GENTING, kolaborasi berbagai pihak diharapkan terus tumbuh menjadi kepedulian yang nyata bagi keluarga berisiko stunting. Semangat berbagi peran tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga tumbuh kembang anak dan menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Buru. (MP/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.