AMBON, MPNews.com – Perekonomian Provinsi Maluku menunjukkan kinerja yang semakin membaik pada Triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Maluku tumbuh 5,31 persen (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 yang tumbuh 5,16 persen (yoy).
Dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku di Ambon, Rabu (5/8/2026), disebutkan bahwa capaian tersebut juga berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen (yoy).
“Pertumbuhan ekonomi Maluku pada Triwulan II 2026 mencapai 5,31 persen (yoy), meningkat dibandingkan Triwulan I 2026 sebesar 5,16 persen (yoy), serta lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen (yoy),” demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Surya Alamsyah kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Maluku terutama ditopang oleh kinerja yang solid pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (PKP), Administrasi Pemerintahan, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor.
Dimana, berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 5,11 persen (yoy). Meskipun lebih rendah dibandingkan Triwulan I 2026 yang mencapai 6,85 persen (yoy), sektor ini tetap menjadi penopang utama ekonomi daerah melalui peningkatan produksi subsektor tanaman pangan dan perikanan.
Sementara itu, untuk sektor Administrasi Pemerintahan mencatat pertumbuhan 5,76 persen (yoy), meningkat dari 3,07 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.
“Peningkatan tersebut didorong oleh percepatan belanja pemerintah, termasuk pembayaran gaji ke-13, penambahan satuan kerja baru, serta rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” paparnya.
Di sisi lain, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 6,95 persen (yoy). Meski sedikit melambat dibandingkan Triwulan I 2026 yang mencapai 8,26 persen (yoy), sektor ini tetap menunjukkan kinerja yang kuat berkat meningkatnya konsumsi masyarakat pada berbagai momentum sosial dan keagamaan di Provinsi Maluku.
pihaknya memprakirakan perekonomian Maluku akan tetap tumbuh positif pada Triwulan III 2026. Optimisme tersebut didukung oleh potensi peningkatan produktivitas subsektor perikanan, percepatan realisasi belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, serta berlanjutnya investasi dan pembangunan infrastruktur di daerah.
“Pada Triwulan III 2026, perekonomian Maluku diprakirakan tetap tumbuh positif seiring penguatan sektor perikanan, percepatan belanja pemerintah, serta berlanjutnya investasi yang didukung realisasi belanja modal pemerintah,” tandasnya. (MP/Norin)




