AMBON, MPNews.com – Staf Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Athufail Araafi mengatakan, ekonomi syariah merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di dunia namun, di Indonesia .
“Dapat dilihat bahwa pertumbuhan di tahun-tahun itu selalu mendekat dan kebanyakan itu didorong oleh kebutuhan masyarakat sendiri akan adanya ekonomi syariah jadi bukan hanya pemerintah yang mencoba untuk dorong terus tapi di sisi lain kebutuhan yang berasal dari masyarakat,” ujarnya dalam sosialisasi tentang kebijakan Bank Indonesia di bidang sistem Pembayaran Digital, Perlindungan Konsumen serta Ekonomi dan Keuangan Syariah yang diikuti oleh puluhan jurnalis yang berlangsung di Zest Hotel, Senin (13/4/2026).
Dia mengakui, setiap tahun Indonesia selalu memperoleh peringkat, meskipun pada tahun 2023 hingga 2025, Indonesia memperoleh peringkat ketiga dibawah Malaysia.
“Meskipun Indonesia memperoleh peringkat ketiga, namun pemerintah dari tahun ke tahun akan terus mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan ini karena visinya indonesia itu bisa menjadi nomor satu karena selisih kita dengan saudi arabia dengan malaysia tidak terlalu jauh,” paparnya.
Apabila dilihat dari sisi mode Fashion Indonesia masuk peringkat pertama, karena memiliki fashion yang sopan bukan syari.
“Apabila kita lihat di Indonesia fashion yang sopan meskipun, tidak seutuhnya mengikuti syariah yang sangat tertutup,” ucapnya.
Selain itu, pada tahun 2025 ekspor makanan dan minuman dimana, makanan dan minuman yang sering di eksport keluar.
“Dari catatan yang ada, kita lebih banyak ekspor dari pada impor. Jadi kita lebih banyak ekspor keluar karena, memang kebutuhan di luar itu sangat besar,” katanya.
Kemudian dari sisi pariwisata ramah muslim dan pariwisata muslim dimana, sebelumnya di Pulau Bali yang sempat heboh karena, mereka tidak setuju dengan pariwisata muslim mungkin karena dianggap budaya yang tidak sama dengan budaya muslim.
“Sebetulnya pariwisata hanya sekedar menginformasikan bahwa di daerah-daerah tertentu, muslim dapat dengan nyaman dan tenang untuk mengunjungi daerah tersebut karena secara statistik bahwa negara yang berkunjung ke Indonesia negara muslim, ” ungkapnya.
Sementara, keuangan syariah dan literasi ekonomi syariah memperoleh peningkatan karena, banyak peluang-peluang yang menciptakan terbukanya kesempatan ekonomi syariah untuk terus meningkat.
Dia mencontohkan, penduduk muslim penduduk muslim sebagai sasaran dan target yang menggunakan gaya hidup halal yang semakin meningkat dari tahun ke tahun dan daya beli masyarakat muslim semakin meningkat.
“Saat ini kebutuhan akan produk halal juga meningkat setiap tahun,” ucapnya.
Dalam literasi dan keuangan syariah posisinya adalah sebagai pendukung kebijakan utama bank Indonesia.
“Apabila dilihat dalam suatu rumah ekonomi syariah ini hanya salah satu pilar yang mendukung tujuan utama dari bank indonesia untuk mencapai stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan, ” tandasnya. (MP/Norin)




