SAPARUA, MPNews.com – Hari Pattimura diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Mei untuk mengenang perjuangan Thomas Matulessy (Kapitan Pattimura) melawan kolonial Belanda, Peringatan ke-209 tahun 2026, di laksanakan di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (15/5/2026).
Upacara dipimpin langsung Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, selaku Upu Latu Maluku, sekaligus dilakukan prosesi penyerahan Obor Pattimura oleh Upulatu Maluku Tengah kepada Upulatu Maluku serta dilanjutkan peletakan bunga oleh Upulatu Maluku, Bupati Maluku Tengah, dan Ahli Waris. Peringatan hari Pahlawan Pattimura ke 209 tahun 2026 mengusung tema
“Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045”
Hadir pada kesempatan itu Forkopimda Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tengah, Pimpinan OPD di Lingkup Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah.
Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Mincie H. Ubro, S.Hut.,M.Si turut menghadiri Upacara Peringatan Hari Pattimura ke 209
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku, menegaskan bahwa peringatan Hari Pattimura bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan Kapitan Pattimura, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan dalam menghadapi tantangan masa kini, Lewerissa mengajak masyarakat Maluku untuk mengenang kembali perjuangan besar rakyat Maluku pada 15 Mei 1817, yang dipimpin oleh Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura.
Menurut Gubernur, tantangan perjuangan saat ini berbeda dengan masa lalu yang melawan kolonialisme, kini generasi muda dihadapkan pada persoalan kemiskinan,, ketimpangan, keterbelakangan pembangunan, serta ketertinggalan teknologi dan berbagai ancanam terhadap persatuan bangsa.
Menurutnya, Maluku harus mampu tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang kokoh.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk berani berinovasi, keluar dari zona nyaman, serta memperkuat persatuan tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun golongan, pentingnya kerja bersama dalam mengelola potensi sumber daya alam Maluku, baik di laut maupun di darat, demi kesejahteraan masyarakat.
Kepada generasi muda, Lewerissa menyampaikan pesan agar menjadi “Pattimura-Pattimura muda masa kini” dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing global, namun tetap menjaga nilai budaya, Pela Gandong, dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku.
Generasi muda Maluku untuk terus berkembang dan berkarya dalam mendukung pembangunan daerah, sekaligus sebagai bagian dari menuju Indonesia Emas 2045
Lewerissa mengingatkan pesan perjuangan Kapitan Pattimura yang menyatakan bahwa “Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit”. Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan dalam kerja nyata membangun daerah dan bangsa. (MP/ Humas BKKBN Maluku)
