Temui Titik Terang, Perayaan Hari Pattimura Dilaksanakan Melalui Prosesi Adat

oleh -6 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Setelah melalui proses perjuangan panjang, akhirnya Perayaan upacara Hari Pattimura ke-209 pada tanggal 15 Mei 2026 melalui prosesi adat.

Informasi yang dihimpun media ini, Kamis (14/5/2026) Perayaan Hari Pattimura akan dimulai dengan prosesi adat yang akan berlangsung di Gunung Saniri.

Prosesi adat akan dilakukan oleh pemimpin adat dan raja-raja dengan menyalakan api di gunung saniri,  Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) secara tradisional menggunakan Unar atau pelepah bambu yang dinyalakan secara alami di mana setelah api dinyalakan, api disulutkan ke obor utama yang kemudian dibawa oleh pembawa obor dengan menggunakan atraksi adat cakalele, tarian perang serta tabuhan tifa dan tahuri dari Negeri Tuhaha, dan dibawa secara estafet ke Desa Saparua, Tiow, Porto, Haria dan kembali lagi ke Waisisil untuk semayamkan malam itu sampai pagi hari baru dibawa kembali ke lapangan saparu untuk persiapan upacara tanggal 15 Mei.

Salah salah satu warga Saparua Leo Maelissa mengaku, bangga dengan pelaksanaan Hari Pattimura yang akan berlangsung sesuai prosesi adat.

“Selaku warga Saparua, saya sangat senang karena, pelaksanaan Hari Pattimura yang akan berlangsung di Gunung Saniri sesuai dengan aturan dan adat yang berlaku,” ungkapnya.

Meskipun awalnya banyak informasi yang beredar bahwa, pelaksanaan Hari Pattimura dilakukan secara seremonial biasa didepan Benteng Duurstede, namun ada perubahan informasi.

“Awalnya kami sangat kecewa namun, kami terus berjuang dan memperoleh titik terang bahwa, pelaksanaan Hari Pattimura akan dilaksanakan sesuai proses adat di Gunung Saniri,” terangnya.

Dia meminta, warga Saparua untuk tetap tenang menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dalam menyambut Hari Pattimura ke -109.

“Saya minta semua masyarakat Saparua mendukung proses Perayaan Hari Pattimura, agar dapat berjalan dengan aman dan nyaman, ” tandanya. (MP/Norin)