Jaga Pasokan Air Bersih, Perumdam Tirta Yapono Ambon Siaga Hadapi El Nino

oleh -3 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon mulai serius mengantisipasi ancaman El Nino untum menjaga pasokan air bersih agar, pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap terjaga.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumdam Tirta Yapono Kota Ambon, Ir. Pieter Saimima, M.Si, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (4/8/2026).

Dia mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengurangi dampak berkurangnya debit air pada sejumlah sumber air permukaan selama musim kemarau.

“Fenomena El Nino bukan hal baru bagi Kota Ambon. Karena itu kami sudah mengantisipasi jauh sebelum kemarau panjang terjadi dengan menyiapkan berbagai opsi, salah satunya membangun dan mengoptimalkan sumur-sumur dalam sebagai sumber cadangan,” ujarnya.

Dia mengakui, dampak El Nino lebih banyak dirasakan pada sumber air permukaan yang menjadi andalan distribusi air bersih di beberapa wilayah. Karena itu, Perumdam Tirta Yapono saat ini mengelola sejumlah sumber air permukaan di Wainitu, Kusu-Kusu, Batu Gajah, Halong dan Passo.

“Dari lima sumber tersebut, hanya sumber air di Passo yang dinilai masih relatif aman karena berada di kawasan dengan daerah tangkapan air yang masih terjaga. Sementara empat sumber lainnya terus dipantau karena berpotensi mengalami penurunan debit,” paparnya.

Dia menjelaskan, wilayah Wainitu menjadi salah satu prioritas penanganan karena melayani sekitar 4.018 pelanggan. Untuk menjaga kontinuitas pelayanan, Perumdam telah mengoperasikan satu sumur dalam tambahan yang difungsikan sebagai penyeimbang ketika debit mata air menurun akibat kemarau.

“Sumur dalam itu kami optimalkan beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIT agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan pelayanan tidak terganggu,” ujarnya.

Langkah serupa juga dilakukan di Batu Gajah. Perumdam telah lebih dulu memperbaiki fasilitas sumur dalam sebelum musim kemarau berlangsung sehingga mampu menopang pasokan dari sumber air permukaan yang mulai berkurang.
Di kawasan Halong yang melayani sekitar dua hingga tiga ribu pelanggan, perusahaan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi debit air meski hingga kini masih berada dalam kondisi aman.

Tak hanya itu, lanuut dia, Perumdam juga berencana membangun sumur dalam baru pada tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan sistem penyediaan air bersih. Seluruh lokasi pembangunan ditentukan berdasarkan kajian teknis dan survei geolistrik yang dilakukan bersama tenaga ahli untuk memastikan ketersediaan cadangan air tanah.

“Kami tidak membangun sumur berdasarkan perkiraan atau keinginan semata. Semua melalui kajian teknis sehingga dapat dipertanggungjawabkan, termasuk survei geolistrik untuk mengetahui potensi debit air di setiap lokasi,” jelasnya.

Sementara di kawasan Kusu-Kusu, penurunan debit air disebut menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut memengaruhi distribusi air menuju Reservoir Mangga Dua yang memiliki kapasitas sekitar 2.000 meter kubik.
Untuk menjaga pasokan bagi lebih dari seribu pelanggan di wilayah tersebut, Perumdam mengandalkan dua sumur dalam yang berada di kawasan pohon

“Pule dan Batu Gantung dalam. Kedua fasilitas itu telah diperbaiki dan kini menjadi sumber utama distribusi air selama debit mata air menurun,” katanya.

Pieter mengungkapkan, saat ini Perumdam Tirta Yapono memiliki sekitar 22 sumur dalam yang tersebar di sejumlah wilayah pelayanan. Jumlah tersebut akan terus ditambah guna memperkuat ketahanan sistem penyediaan air bersih menghadapi perubahan iklim.

“Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Jangan sampai kita baru bergerak ketika kemarau sudah terjadi dan masyarakat mulai kesulitan air. Karena itu kami memilih mengantisipasi lebih awal agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (MP/**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.