Kota Bebas Sampah, Pemkot Ambon Datangkan Kapal Pengeruk Sampah dari Swiss

oleh -82 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon meluncurkan langkah besar untuk membersihkan Teluk Ambon melalui pengoperasian kapal pengeruk sampah dari Swiss dan pembangunan TPST berteknologi MRF–RDF.

Dua program ini diproyeksikan mempercepat penanganan sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan kota Ambon, kata Wattimena saat menghadiri kegiatan Lomba Gerakan Keluarga Sehat Tanggap & Tangguh Bencana Stunting tingkat provinsi di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Jumat (21/11).

Dukungan internasional menjadi salah satu pendorong utama. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menjelaskan bahwa penanganan sampah Teluk Ambon kini melibatkan pihak swasta, NGO lingkungan asal Swiss, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Bentuk dukungan paling menonjol adalah pengiriman kapal berteknologi tinggi untuk pembersih sampah permukaan yang mampu menyedot hingga kedalaman 40 sentimeter.

Menurut Wattimena, kapal tersebut diberi nama “EMOLA 10” dan akan beroperasi selama tiga tahun di Teluk Ambon. Seluruh biaya operasional ditanggung lembaga lingkungan dari Swiss.

Setelah masa operasi berakhir, kapal ini akan dihibahkan melalui KKP kepada Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kota Ambon.

Upaya ini tidak hanya menargetkan pengurangan sampah laut, tetapi juga mendorong kesadaran publik. Wattimena menegaskan bahwa keberhasilan program tetap bergantung pada kedisiplinan dan kesadaran warga.

“Kalau mau Ambon bersih dan maju, mari bantu pemerintah. Jangan buang sampah sembarangan lagi,” imbau Wattimena.

Selain menghadirkan kapal pembersih, pemerintah juga menyiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dengan teknologi Material Recovery Facility (MRF) dan Refuse Derived Fuel (RDF).

Dalam sistem ini, sampah akan dipilah menjadi kompos, pakan maggot untuk sisa makanan, serta briket energi dari residu anorganik seperti plastik, aluminium, besi, hingga popok.

Briket berbasis RDF tersebut rencananya akan dijual, bekerja sama dengan PLN sebagai bahan bakar diesel alternatif.
Melalui pendekatan teknologi dan kolaborasi internasional ini, Pemkot Ambon berharap pengelolaan sampah semakin optimal dan Teluk Ambon dapat benar-benar terbebas dari pencemaran. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.