AMBON, MPNews.com – Setelah lima hari hilang, nelayan asal Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah Roy Souhoka usia 41 tahun, ditemukan Tim SAR Gabungan dan Unsur Masyarakat dalam kondisi meninggal dunia disekitar Perairan Waihoka, Desa Hulaliu dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Ambon menyampaikan, memasuki hari kelima pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat kembali dikerahkan guna melakukan pencarian korban di beberapa titik koordinat SAR MAPS.
“Upaya pencarian terus dilakukan hingga pada Pukul 09.51 WIT beberapa nelayan setempat berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia disekitar Perairan Waihoka dan dilaporkan ke Tim SAR Gabungan guna proses evakuasi,” ujarnya.
Arafah menambahkan, Korban ditemukan pada jarak -+ 2,4 Nautical Mile dari lokasi kejadian awal dan dievakuasi menuju Desa Haria guna diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, kata dia, Korban dilaporkan terjatuh dari longboat miliknya pada tanggal 9/4 dan dinyatakan hilang usai pencarian pertama oleh nelayan setempat.
“Hingga informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini diterima Basarnas Ambon dan dilaksanakan Operasi SAR selama lima hari barulah korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” paparnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai Unsur SAR diantaranya Basarnas, Camat Saparua, Polsek Saparua, Denintel Kodam XV PTM dan Masyarakat setempat.
Sementara Alut dan Palsar yang digunakan Diantaranya, RBB Kansar Ambon, speed boat, dan longboat Masyarakat
Kondisi Cuaca dilaporkan Hujan Ringan
Angin dari Barat Daya hingga Barat 20 Knots dan Tinggi Gelombang 1,25 M
Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih. (Humassar301)






