OJK Maluku Akui Pertumbuhan Ekonomi Maluku Tumbuh 4,56% di 2025

oleh -42 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com– Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku Andi Muhammad Yusuf menjadi narasumber utama dalam kegiatan OJK Maluku Ba’STORI yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama insan media di Cafe Red Brick, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Edukasi Keuangan Syariah dan Update Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Maluku” ini dipandu oleh moderator Herlis Mercy Souhuken.

Selain Andi, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber lain yakni Kepala Sub Bagian Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen serta Layanan Manajemen Strategi OJK Maluku Novian Suhardi, perwakilan Bank Syariah Indonesia Cabang Ambon Amrin Budiman, serta perwakilan Pegadaian Syariah Cabang Ambon Aris Kurniadi.

Dalam pemaparannya, Andi menyampaikan sektor jasa keuangan di Maluku tetap menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025 meski menghadapi berbagai tantangan.

“Alhamdulillah kita melewati akhir tahun 2025 dengan capaian yang cukup baik, walaupun tantangan juga cukup banyak. Pada kesempatan ini kami mencoba mengupdate posisi industri jasa keuangan di Maluku,” kata Andi.

Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, terutama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen
pada beberapa tahun mendatang.

Andi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Maluku pada 2025 tumbuh sebesar 4,56 persen. Angka ini memang sedikit berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sekitar 5,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi Maluku masih didorong oleh sejumlah sektor utama seperti pertanian, perikanan, perkebunan, administrasi pemerintahan, serta perdagangan.

Ia menambahkan, perlambatan ekonomi antara lain dipengaruhi menurunnya alokasi belanja pemerintah daerah melalui APBD serta dominasi sektor hulu berbasis sumber daya alam dalam struktur ekonomi Maluku.

“Ekonomi kita masih banyak ditopang sektor perikanan dan pengeluaran pemerintah. Namun secara umum pertumbuhan masih cukup baik,” ujarnya.

Di sektor jasa keuangan, khususnya perbankan, OJK mencatat penyaluran kredit di Maluku masih tumbuh hampir 5 persen. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta total aset perbankan juga mengalami pertumbuhan.

Sementara itu, tingkat risiko kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) masih terjaga pada level 2,92 persen yang dinilai relatif rendah.

Salah satu pendorong pertumbuhan kredit adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai sekitar Rp1 triliun sepanjang 2025 dengan jumlah debitur hampir 22 ribu orang.

“Penyaluran KUR tahun lalu mencapai sekitar Rp1 triliun dengan jumlah debitur hampir 21.840 debitur. Ini yang terus kita dorong karena menyasar pelaku usaha mikro dan kecil,” jelas Andi.

Dalam kesempatan itu, OJK juga memperkenalkan program Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) yang dilaksanakan sepanjang bulan Ramadan sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat.
Program ini melibatkan kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui berbagai kegiatan bersama industri jasa keuangan,” kata Andi.

Ia menegaskan, sektor jasa keuangan akan terus didorong untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi di Maluku. (MP/Norin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.