Perwakilan BKKBN Maluku dan PW Muslimat NU Bangun Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting

oleh -3 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Maluku membangun kolaborasi dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Provinsi Maluku.

Kolaborasi tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE., dengan Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku, Hj. Uri L. Daeng Malimpo, beserta jajaran pengurus di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Senin (20/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal sinergi antara kedua pihak dalam mengoptimalkan peran organisasi kemasyarakatan melalui Gerakan Ibu Asuh, yang akan diluncurkan pada rangkaian Konferensi Wilayah (Konferwil) IV PW Muslimat NU Provinsi Maluku.

Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku, Hj. Uri L. Daeng Malimpo, menjelaskan bahwa Gerakan Ibu Asuh telah dijalankan sejak tahun 2023 melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.

Para anggota Muslimat NU secara rutin melakukan kunjungan, memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi dan pengasuhan, serta menyalurkan bantuan makanan bergizi seperti telur dan susu yang berasal dari swadaya atau gotong royong para anggota.

“Program Ibu Asuh sudah kami jalankan sejak tahun 2023. Setiap bulan kami turun mendampingi keluarga berisiko stunting, memberikan edukasi sekaligus membawa bantuan makanan bergizi dari hasil patungan para anggota. Kami berharap melalui kolaborasi dengan BKKBN, manfaat program ini dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Maluku,” ujar Hj. Uri L. Daeng Malimpo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku menyambut baik inisiatif PW Muslimat NU dan mendorong agar Gerakan Ibu Asuh disinergikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN.

Menurutnya, Kemendukbangga/BKKBN memiliki basis data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) hasil pendataan keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk memastikan intervensi dilakukan secara tepat sasaran.

“Kami memiliki data Keluarga Berisiko Stunting yang diperoleh melalui pendataan langsung dari rumah ke rumah. Data ini dapat dimanfaatkan agar intervensi lebih tepat sasaran. Kami juga berharap Gerakan Ibu Asuh tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi menghadirkan intervensi nyata melalui pemenuhan gizi, pemberdayaan keluarga, serta kolaborasi dengan berbagai mitra,” kata Dr. Edi Setiawan.

Ia menambahkan, berdasarkan kondisi di lapangan, sebagian besar intervensi terhadap keluarga berisiko stunting masih didominasi kegiatan edukasi.

Oleh karena itu, keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU diharapkan mampu memperkuat intervensi langsung melalui pemberian makanan bergizi, pendampingan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi.

Sebagai tindak lanjut kolaborasi, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku akan mendukung pelaksanaan Gerakan Ibu Asuh melalui penyediaan data sasaran, pendampingan program, serta pencatatan setiap intervensi yang dilakukan sebagai bagian dari capaian nasional Program GENTING.

“Apa yang sudah dilakukan Muslimat NU merupakan langkah yang sangat baik. Jika setiap intervensi didokumentasikan dan dilaporkan, maka akan tercatat sebagai bagian dari capaian nasional. Bahkan, ini dapat menjadi contoh praktik baik kolaborasi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam percepatan penurunan stunting,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan PW Muslimat NU Provinsi Maluku berkomitmen memperluas jangkauan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Maluku dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. (MP/Humas)