Sejumlah Toko Di Area Pasar Rakyat Kota Piru Dilalap Jago Merah

oleh -4 Dilihat
oleh

PIRU-SBB, MPNews.com – Sejumlah toko di area Pasar Rakyat Kota Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ludes dilalap si jago merah.

Berdasarkan pantauan media MalukuPubliknews.com, Selasa (21/4/2024) belum diketahui secara jelas penyebab kebakaran yang terjadi di pasar rakyat Kota Piru, namun peristiwa kebakaran yang terjadi pukul 15:40 WIT sempat membuat masyarakat maupun pemilik toko panik, karena api yang merambat dengan cepat sehingga, menghanguskan banyak toko.

Kejadian kebakaran membuag masyarakat menggunakan peralatan seadanya untuk memadamkan api, karena mobil kebakaran yang tak kunjung tiba.

Berselang beberapa saat mobil kebakaran tiba namun, kondisi pasar rakyat hampir sebagian besar telah hangus dilalap di jago merah.

Api terus merambat hingga membakar sejumlah pertokoan yang ada di area pasar. Warga panik dan berusaha menyelamatkan diri serta barang dagangan mereka.

Salah satu warga mengaku, geram terhadap pemadam kebakaran yang terlambat dalam melakukan pemadaman.

“Bukan saja soal terlambat, namun mobil pemadam dinilai lambat dalam melakukan pemadaman,” ujar salah satu warga tidak ingin namanya diberitakan.

Dia meminta, Pemerintah Kabupaten SBB untuk lebih pro aktif dalam menyediakan fasilitas pemadam kebakaran, karena tidak ada yang mengetahui kapan musibah kebakaran akan terjadi.

“Piru ini banyak kejadian kebakaran, ada yang terjadi di hutan maupun yang terjadi di kawasan perumahan. Untuk itu, Pemerintah Daerah harusnya belajar dari peristiwa itu jangan acuh,” paparnya.

Dia menambahkan, fasilitas pemadam kebakaran yang tidak memadai dapat menghambat proses pemadaman api.

“Sampai kejadian seperti itu, masa mobil yang dikirim cuma mobil lama yang alat-alat sudah tidak layak lagi digunakan saat keadaan darurat. Sementara mobil yang baru dikemanakan,” terangnya.

Selain itu, para pegawai pemadam kebakaran harus filatih, agar dapat bertindak cepat dalam meadamkan api.

“Pegawai pemadam kebakaran harus dilatih agar, dapat bertindak cepat dalam memadamkan api, dengan cara mengadakan simulasi sehingga saat turun TKP, ada tindakan cepat dalam mengatasi kebakaran,” tandasnya.

Akibat dari peristiwa ini, Standar Pelayanan Minimal (SPM) gagal total sehingga membuat masyarakat wajib buat menagih janji Pemerintah Daerah dalam hal pelayanan.

Peristiwa kebakaran ini sempat membuat kemacetan dan belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan jumlah kerugian dari kebakaran tersebut. (MP/JF).