Warga Seti Bakti Mohon Perhatian Kementerian PUPR, Jalan Utama Terancam Lumpuh

oleh -24 Dilihat
oleh

Seram Utara, MPNews.com – Warga Desa Persiapan Administrasi Seti Bakti, Kecamatan Seram Utara Timur Seti kembali diliputi kecemasan akibat meningkatnya debit air sungai yang mengancam tanggul penahan air di wilayah tersebut.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan terulangnya banjir bandang seperti yang terjadi pada tahun 2024 lalu.

Ancaman banjir tidak hanya dipicu oleh hujan yang turun di dalam kampung, tetapi juga kiriman air dari wilayah pegunungan (hulu).

Saat curah hujan tinggi mengguyur kawasan gunung, debit air meningkat drastis dan mengalir deras menuju hilir, melewati permukiman warga Seti Bakti.

Kondisi tanggul saat ini dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Jika sampai jebol, bukan hanya rumah warga yang terancam, tetapi juga jalan utama yang berada di sekitar aliran sungai.

Jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah. Apabila terdampak banjir, arus kendaraan di jalur utama dapat terganggu bahkan lumpuh total, sehingga berdampak luas pada aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Masyarakat mengaku telah menyampaikan aspirasi kepada pemerintah kabupaten. Bahkan pada tahun lalu pemerintah desa telah mengirimkan surat resmi permohonan penanganan tanggul dan normalisasi sungai kepada pihak terkait.

Namun hingga kini, penanganan yang dilakukan dinilai belum memberikan kepastian keamanan jangka panjang bagi kampung tersebut.

Karena itu, warga memohon perhatian serius dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya melalui Balai Wilayah Sungai Maluku, agar dapat segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah teknis untuk memperkuat tanggul serta melakukan penataan menyeluruh terhadap aliran sungai di wilayah Seti Bakti.

Di tengah keterbatasan dan menunggu respons pemerintah,masyarakat secara sukarela memfasilitasi penggunaan alat berat jenis excavator mini (Exca Mini) untuk melakukan penimbunan tanah guna memperkuat tanggul sementara waktu.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya darurat agar tanggul tidak jebol sebelum ada penanganan permanen dari pihak berwenang.
“Kami berusaha semampu kami untuk menahan air agar tidak meluap. Tapi ini hanya solusi sementara. Karena itu, kami butuh penanganan teknis yang lebih kuat dan permanen,” ujar Deky salah satu tokoh masyarakat.

Dia mengakui, bukan untuk pertama kali, Dusun Seti Bakti mengalami banjir. Peristiwa serupa telah berulang kali terjadi, terutama saat musim hujan, baik karena hujan di kampung maupun kiriman air dari gunung.

“Warga berharap adanya solusi jangka panjang agar kampung mereka tidak terus hidup dalam bayang-bayang ancaman setiap musim hujan tiba,” paparnya.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta Kementerian PUPR melalui Balai Sungai dapat melihat kondisi ini sebagai persoalan mendesak yang membutuhkan respons cepat demi keselamatan warga dan kelancaran akses transportasi di wilayah tersebut.

“Kami sangat membutuhkan perhatian Pemerintah terhadap masalah yang dialami kami saat ini,” tandasnya. (MP/Norin)