AMBON, MPNews.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II bukan sekadar ajang meraih sertifikat, melainkan momentum penting bagi para pejabat untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Ambon.
Hal ini disampaikan Ely saat menghadiri pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 di Gedung Sasana Widya Praja, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Ely memberikan dukungan langsung kepada 17 pejabat eselon II Pemerintah Kota Ambon yang mengikuti program pengembangan kompetensi kepemimpinan tingkat nasional tersebut.
“Jangan hanya mengejar kelulusan atau sertifikat. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan untuk menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Ely.
PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 diselenggarakan oleh BPSDMD Provinsi Jawa Tengah mulai 3 Agustus hingga 11 Desember 2026. Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 3745/D.3/PDP.07.1 tertanggal 20 Juli 2026 tentang informasi kepesertaan PKN Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.
Menurut Ely, pelatihan tersebut menjadi wadah strategis bagi para pejabat untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, meningkatkan kemampuan menyusun kebijakan strategis, sekaligus memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.
Karena itu, lanjut dia, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks sehingga aparatur sipil negara dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Manfaatkan seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, dan membangun cara berpikir yang lebih inovatif dalam menjalankan tugas pemerintahan,” ujarnya.
Dia berharap seluruh peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi berbagai terobosan yang berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Ambon.
“Saya berharap, sepulang dari pelatihan nanti, Saudara-saudara mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja Pemerintah Kota Ambon,” katanya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyematan tanda peserta serta pembacaan pakta integritas sebagai komitmen seluruh peserta dalam mengikuti seluruh pembelajaran di Jawa Tengah. (MP/Norin).




