Cegah Stunting, BKKBN Maluku Gandeng Alfamidi Sebagai Orang Tua Asuh

oleh -88 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Kepala BKKBN Prov Maluku bersama Ketua TP PKK Kota Ambon, dan mitra kerja Alfamidi Kota Ambon melakukan Kunjungan ke Posyandu Cempaka Negeri Passo Kec Baguala Kota Ambon untuk Perkuat Upaya Cegah Stunting
Ambon sekaligus memberikan bantuan bagi Keluarga Beresiko stunting (10/02/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan ibu dan anak serta pendampingan keluarga dalam percepatan penurunan stunting.

Kegiatan tersebut menegaskan peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pembangunan keluarga dalam Program Bangga Kencana, khususnya dalam memberikan layanan promotif dan preventif sejak dini kepada keluarga berisiko stunting.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku meninjau langsung proses pelayanan Posyandu, mulai dari penimbangan dan pengukuran balita, pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian edukasi gizi, hingga konseling bagi ibu hamil dan ibu balita. Selain itu, dilakukan pula dialog dengan Penyuluh KB dan tenaga kesehatan untuk menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Alfamidi yang telah berperan aktif sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Melalui program tersebut, Alfamidi memberikan bantuan nutrisi berupa telur kepada keluarga berisiko stunting, dengan skema 1 keluarga menerima 2 rak telur per bulan selama 6 bulan.

“Untuk Desa Passo, program ini diawali dengan pemberian bantuan kepada 10 keluarga berisiko stunting, sebagai upaya mencegah anak jatuh ke kondisi stunting,” ujar dr. Mauliwaty.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon, Lisa Wattimena, memberikan penguatan kepada para kader Posyandu agar tetap semangat dalam menjalankan peran di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menegaskan bahwa kader tidak perlu terbebani dengan penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Tugas utama kader adalah mencatat dan menyampaikan keluhan masyarakat. Format pencatatan akan disiapkan dan dibagikan oleh kantor desa dan kelurahan, serta digunakan di seluruh Posyandu di Kota Ambon,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahap awal penerapan Posyandu berbasis SPM, pelayanan dapat difokuskan pada 5 SPM dalam satu meja layanan.

“Target kita, pada tahun 2026 Posyandu di Kota Ambon sudah dapat menerapkan 6 SPM secara bertahap. Dengan segala keterbatasan, setidaknya kita sudah memiliki upaya nyata untuk membentuk Posyandu 6 SPM,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan mitra swasta, diharapkan Posyandu semakin optimal dalam memberikan layanan dasar, mendampingi keluarga, serta berkontribusi nyata dalam percepatan penurunan stunting di Kota Ambon. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.