Gubernur Hendrik Lewerissa Dorong Hilirisasi Sagu Maluku Masuk PSN 2027

oleh -5 Dilihat
oleh

Jakarta, – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendorong pengembangan dan hilirisasi komoditas sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) agar ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.

Dorongan tersebut disampaikan saat Gubernur Hendrik Lewerissa menghadiri Sago Business Forum yang diinisiasi Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Maluku mengoptimalkan potensi sagu sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Pengembangan hilirisasi sagu juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya agenda kemandirian bangsa melalui swasembada pangan serta peningkatan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi dan industrialisasi.

Di tingkat daerah, kebijakan tersebut selaras dengan Sapta Cita ke-6 Pemerintah Provinsi Maluku, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui hilirisasi komoditas unggulan dan perluasan akses pasar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Maluku, daerah ini memiliki potensi lahan sagu seluas 36.463 hektare dengan total produksi mencapai 14.123 ton. Potensi tersebut menempatkan Maluku sebagai salah satu sentra sagu terbesar di Indonesia.

Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi wilayah dengan potensi sagu terbesar, yakni mencapai 35.421 hektare atau sekitar 97 persen dari total potensi lahan sagu di Maluku.

Besarnya potensi tersebut dinilai menjadi peluang strategis untuk mengembangkan industri pengolahan sagu yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku telah mengusulkan program hilirisasi sagu di Kabupaten Seram Bagian Timur kepada Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian PPN/Bappenas.

Usulan tersebut diharapkan dapat diakomodasi dalam perencanaan pembangunan nasional dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Tahun 2027.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemprov Maluku telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penataan dan pengembangan tanaman sagu sebagai pangan unggulan berbasis kearifan lokal, diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti beras, hingga konservasi kawasan hutan sagu secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong restrukturisasi pengelolaan kebun sagu melalui pelibatan masyarakat serta membangun kemitraan dengan pelaku usaha untuk memperkuat pengembangan agroindustri sagu.

Melalui pengembangan hilirisasi ini, Pemprov Maluku berharap sagu tidak hanya menjadi identitas pangan tradisional masyarakat, tetapi juga berkembang menjadi komoditas industri bernilai ekonomi tinggi.

Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kontribusi Maluku dalam mendukung ketahanan pangan nasional. ( Diskominfo Maluku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.