AMBON, MPNews.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku kembali menggelar program QRIS Jelajah Indonesia (Q-JI) 2026 dengan tema “Baronda Kuliner Maluku”.
Kegiatan ini bertujuan mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner khas Maluku kepada masyarakat luas.
Melalui kompetisi tersebut, peserta diajak menjelajahi berbagai destinasi kuliner di Maluku dengan melakukan transaksi menggunakan QRIS pada merchant yang telah terdaftar. Program ini menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperluas digitalisasi sistem pembayaran dan memperkuat ekosistem ekonomi digital di daerah.
Dalam kompetisi ini, Bank Indonesia menyediakan berbagai hadiah menarik bagi peserta. Untuk kategori Tim Terbaik, juara pertama akan memperoleh hadiah sebesar Rp12,5 juta, juara kedua Rp10 juta, dan juara ketiga Rp7,5 juta, masing-masing disertai sertifikat.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Merchant Terbaik pada kategori Kuliner Legend, dengan hadiah Rp4 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga. Sementara kategori Kuliner Hidden menyediakan hadiah sebesar Rp2 juta bagi merchant terbaik.
Bank Indonesia Maluku berharap program ini dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital masyarakat, sekaligus membantu pelaku usaha kuliner memperluas pasar melalui pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai yang cepat, aman, dan efisien.
Upaya ini sejalan dengan berbagai program digitalisasi UMKM yang terus didorong Bank Indonesia bersama pemerintah daerah.
Masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi dapat melakukan pendaftaran melalui situs qrisjelajah.id atau memindai kode QR yang telah disediakan panitia. Program ini juga diharapkan menjadi sarana promosi kuliner legendaris maupun kuliner tersembunyi (hidden gem) yang tersebar di berbagai wilayah Maluku.
Dengan semangat “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk mendukung transformasi digital sekaligus mengangkat potensi kuliner lokal sebagai penggerak ekonomi daerah. (MP/**)




