AMBON, MPNews.com – Pemerintah Kota Ambon mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut. Dalam kurun waktu 10 hari pertama Oktober 2026, tercatat sebanyak 34 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kota Ambon.
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi mengancam permukiman maupun lingkungan sekitar.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Ambon, 34 kejadian kebakaran tercatat sejak 1 hingga 10 Oktober 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar tiga kejadian per hari.
Situasi ini menjadi perhatian pemerintah, terutama karena kebakaran tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
“Saudara-saudara yang berkeinginan untuk membuka lahan baru, sekali lagi kami sampaikan agar jangan dilakukan dengan cara membakar. Situasi kekeringan dan angin kencang memudahkan api menyebar ke mana-mana,” demikian imbauan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, dalam pernyataannya.
Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah secara sembarangan, khususnya di sekitar kawasan hutan dan lahan kering. Warga diharapkan lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api.
Apresiasi Petugas Pemadam dan Masyarakat
Bodewin turut mengapresiasi petugas pemadam kebakaran yang terus bekerja menangani berbagai kejadian kebakaran. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman di lapangan.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi risiko kejadian serupa.
Pemerintah Kota Ambon berharap warga tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi turut berperan aktif menjaga lingkungan dan segera menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran.
Warga Diminta Menggunakan Masker
Selain ancaman terhadap lingkungan, asap akibat kebakaran juga menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi memengaruhi kualitas udara dan kesehatan warga.
Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan di luar ruangan apabila tidak mendesak. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan asap, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak.
Pemerintah juga mengajak masyarakat menjaga kesehatan keluarga dan mengikuti perkembangan informasi serta imbauan resmi terkait kondisi cuaca dan kebakaran.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Dalam pernyataannya, kemarau berkepanjangan disebut berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Hujan diperkirakan baru berpotensi turun pada Maret 2027. Perkiraan waktu tersebut tetap perlu mengikuti informasi terbaru dari instansi meteorologi yang berwenang.
Karena itu, masyarakat diminta terus meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran terbuka, dan bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran.
Bodewin menegaskan bahwa dukungan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya menjaga keamanan dan keselamatan bersama di Kota Ambon.
“Pemerintah hanya bisa mengimbau dan mengharapkan partisipasi serta dukungan dari semua pihak supaya kita bisa menjaga Ambon lebih baik,” demikian pesan yang disampaikan kepada warga.
Pemerintah Kota Ambon berharap semangat kebersamaan seluruh masyarakat dapat membantu menghadapi kemarau panjang, mencegah bertambahnya kejadian kebakaran, serta menjaga Kota Ambon tetap aman dan nyaman. (MP/**)





