Minim Anggaran, Perayaan Hari Pattimura Tahun 2026 Tanpa Prosesi Adat, Warga Saparua Kecewa

oleh -23 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – akibat minim angaran, perayaan upacara Hari Pattimura ke-209 pada tanggal 15 Mei 2026 dilaksanakan tanpa prosesi adat, warga Saparua kecewa.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media MalukuPubliknews melalui salah satu warga Saparua Leo Maelissa mengaku, kecewa dengan apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku pada perayaan Hari Pattimura, dimana perayaan Hari Pattimura yang dilaksanakan tanpa prosesi adat, padahal Hari Pattimura merupakan upacara adat sakral untuk mengenang Semangat perjuangan Kapitan Pattimura.

“Berdasarkan informasi yang kami terima perayaan Hari Pattimura tahun 2026, akan berlangsung di depan Benteng Duurstede dengan pembakaran api,” ungkapnya kepada media ini, Selasa (12/5/2026).

Dia menuturkan, setiap tahun masyarakat Saparua melakukan upacara adat sakral yang dimulai dengan penyalaan api di gunung saniri,  Saparua, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) secara tradisional menggunakan Unar atau pelepah bambu yang dinyalakan secara alami di mana setelah api dinyalakan, api disulutkan ke obor utama yang kemudian dibawa oleh pembawa obor dengan menggunakan atraksi adat cakalele, tarian perang serta tabuhan tifa dan tahuri dari Negeri Tuhaha, dan dibawa secara estafet ke Desa Saparua, Tiow, Porto, Haria dan kembali lagi ke Waisisil untuk semayamkan malam itu sampai pagi hari baru dibawa kembali ke lapangan saparu untuk persiapan upacara tanggal 15 Mei.

“Sampai dengan H-2 informasi apapun belum diperolah masyarakat Saparua, untuk pelaksanaan Obor Pattimura, belum ada kegiatan apapun yang dilakukan dalam memeriahkan Hari Pattimura,” terangnya.

Saat ini, kata dia, Pattimura hanya dihargai dalam pecahan uang kertas yang tak ternilai bahkan hampir punah, karena sudah ada lembaran uang kertas yang baru.

“Pattimura hanya dihargai dengan kertas uang Rp1.000 yang paling kecil dan hampir hilang di peredaran karena sudah ada pecahan uang kertas yang baru,” ucapnya sedih.

Perayaan Hari Pattimura sementara menjadi polemik di dalam masyarakat Saparua karena dirayakan secara seremonial biasa, akibat keterbatasan anggaran.

“Hari Pattimura merupakan event tahunan, anehnya tidak ada anggaran sehingga, dilaksanakan dalam upacara seremonial biasa,” ketusnya.

Dia menambahkan, perayaan hari Pattimura di pada beberapa lokasi di Indonesia seperti Sorong Jayapura, Timika, Mimika dan daerah lain yang dilaksanakan secara meriah.

“Padahal di lokasi lain di luar Maluku perayaan Obor Pattimura dilaksanakan dengan meriah untuk memperingati perjuangan dari Kapitan Pattimura,” akhinya.

Dia berharap, ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Maluku agar ke depan perayaan hari Pattimura dapat dilaksanakan secara meriah dan semegah-megahnya.

“Semoga ke depan perayaan hari Pattimura dapat dilaksanakan dengan meriah oleh warga Maluku khususnya Saparua,” tutupnya. (MP/Norin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.