Tim Pengendali Genting SBT Salurkan Bantuan Nutrisi Bagi KRS

oleh -84 Dilihat
oleh

BULA, MPNews.com –  Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB selaku Tim Pengendali Genting terus berupaya mencegah stunting dengan menyalurkan bantuan bagi Keluarga Beresiko Stunting.

Penyaluran dilakukan langsung kepada keluarga Sasaran Genting mendapat intervensi bantuan nutrisi dari para orang tu Asuh (OTA) pada Jumat, (30/01/2026).

Sebanyak 6 KRS Sasaran Genting mendapat intervensi bantuan nutrisi dari para orang tu Asuh (OTA) . Tim bersama para Orang Tua Asuh melaksanakan aksi kunjungan rumah (door-to-door) untuk menyalurkan Bantuan Nutrisi kepada Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang terdiri dari 4 Baduta di Desa Bula dan 2 ibu menyusui di Desa Sesar secara simbolis.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten SBT, didampingi jajaran Kepala Bidang (Kabid) selaku penyelenggara, Turut Hadir perwakilan Orang Tua Asuh di antaranya Direktur RSUD Bula, Kabid Kesmas mewakili Dinas Kesehatan, serta Kabid Aset yang mewakili Dinas Keuangan dan Aset Daerah.

Selain itu Perwakilan Camat, Kepala Desa Bula dan Sesar sebagai pimpinan wilayah dan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai pendamping keluarga sasaran di desa.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi kesehatan, perkembangan anak dan ibu, serta sanitasi lingkungan para sasaran. Selain itu, pemberian bantuan dari OTA langsung diberikan kepada Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam bentuk uang tunai yang nantinya akan mengolah menjadi makanan nutrisi siap santap, didistribusi dan pemantauan status gizi dan perkembangan sasaran setiap hari.

Dengan kunjungan secara langsung, tim dapat memastikan bantuan nutrisi tepat sasaran dan melihat langsung faktor risiko yang menjadi kendala keluarga di lapangan.
Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, yang hadir langsung sebagai salah satu Orang Tua Asuh, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi kolaboratif ini.

“Kami dari Rumah Sakit sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Dinas KB untuk memprakarsai kegiatan Genting yang menyentuh langsung ke masyarakat. Kami sebagai bagian yang diajak untuk bekerjasama amat sangat mendukung. Saya berharap program-program yang menyentuh masyarakat ini terus diberdayakan lagi dan insyaAllah bisa berlanjut sampai ke sasaran lainnya. Harapannya, akan banyak masyarakat yang tersentuh atas program ini,” ujar dr. Deny.

Senada dengan hal tersebut, dukungan kuat juga datang dari Dinas Keuangan dan Aset Daerah. Ibu Hartati Wagiman, Kabid Aset, yang mewakili Kepala Dinas Keuangan, menyatakan bahwa intervensi tidak boleh berhenti pada pemberian nutrisi semata, melainkan harus menyasar akar permasalahan lainnya seperti infrastruktur sanitasi.

“Kebetulan kami salah satu Orang Tua Asuh yang sasarannya di Desa Sesar. Tanggapan kami terkait program ini sangat baik, sangat bagus. Kami sangat mendukung program ini, semoga tidak sampai di sini saja, semoga berkelanjutan sampai ke sasaran lainnya. Mungkin bantuan kami saat ini baru sekedar bantuan nutrisi, namun jika penanganan untuk adik-adik sasaran ini sudah selesai, mungkin di lain waktu kami bisa membantu berupa bantuan air bersih maupun MCK-nya,” ungkap Hartati.

sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB SBT menegaskan bahwa keterlibatan lintas sektor melalui konsep Orang Tua Asuh adalah kunci keberhasilan program Genting. Dengan adanya sinergi antara dinas teknis, tenaga medis, dan instansi terkait.

“Diharapkan kasus stunting di Ita Wotu Nusa bisa dicegah dan menurunkan angka stunting secara signifikan sesuai target nasional,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung di dua desa ini berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari sasaran penerima manfaat yang merasa diperhatikan secara langsung oleh pemerintah daerah. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.