Wali Kota Ambon Tegaskan PKK Harus Jadi Gerakan Berkelanjutan, Bukan Sekadar Ikut Lomba

oleh -13 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) harus menjadi gerakan bersama yang dijalankan secara berkelanjutan, bukan hanya aktif ketika menghadapi kegiatan penilaian maupun perlombaan.

Penegasan tersebut disampaikan Bodewin saat menghadiri kegiatan penilaian Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku di Negeri Rutong, Kota Ambon.

Menurutnya, kegiatan PKK yang dilaksanakan setiap tahun merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah dan TP-PKK untuk memastikan program pemberdayaan keluarga berjalan dengan baik serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dalam berbagai kesempatan, saya selalu menyampaikan bahwa PKK merupakan mitra pemerintah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan PKK mesti mendapat dukungan dari pemerintah daerah di semua tingkatan, termasuk di Kota Ambon,” ungkap Bodewin pada saat penilaian lomba desa pelaksana terbaik 10 program pokok PKK, di Negeri Rutong, Selasa (3/11/2026)

Ia menjelaskan, dukungan pemerintah diwujudkan melalui kolaborasi dan sinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, baik di tingkat kota maupun kecamatan, desa, negeri, dan kelurahan.

Bodewin juga mengingatkan agar Kota Ambon membangun budaya kompetisi yang sehat dengan mempersiapkan setiap kegiatan secara matang, bukan bekerja hanya ketika ada perlombaan.

“Saya selalu menyampaikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Ambon agar melihat desa, negeri, dan kelurahan yang ada di Kota Ambon. Kalau memang belum siap, jangan dipaksakan untuk mengikuti lomba. Tetapi, kalau mereka sudah siap, tentu kita harus membantu agar persiapannya semakin maksimal,” tegasnya.

Menurutnya, PKK harus tumbuh sebagai gerakan bersama mulai dari desa, negeri, dan kelurahan, kemudian kecamatan, kabupaten/kota, hingga tingkat pusat.

“Gerakan ini harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti, lalu baru dimulai kembali ketika ada penilaian atau perlombaan. Pekerjaan ini harus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya bukan semata-mata untuk mengikuti perlombaan, tetapi bagaimana kita melihat dampak nyata dari kerja-kerja Tim Penggerak PKK terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bodewin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program PKK, meskipun belum seluruhnya dapat diwujudkan melalui bantuan uang tunai secara langsung.

“Beta selalu menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Ambon memberikan dukungan yang luar biasa kepada PKK. Mungkin sampai hari ini kita belum bisa memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai secara langsung kepada PKK. Namun, melalui OPD-OPD dan berbagai program pemerintah, PKK terus diberdayakan serta dilibatkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.

Ia berharap, penguatan peran PKK dapat menjadi salah satu upaya membangun ketahanan keluarga sekaligus menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Bodewin menyoroti meningkatnya persoalan penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, dan konsumsi minuman keras di Kota Ambon. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah berbagai persoalan tersebut.

“Hari ini, kasus penyalahgunaan narkoba meningkat di Ambon. HIV/AIDS meningkat, minuman keras juga meningkat. Pertanyaannya, semua persoalan itu bermula dari mana? Salah satunya dari keluarga,” katanya.

Ia mencontohkan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak, termasuk memperhatikan aktivitas dan pergaulan mereka.

“Bagaimana kita bisa mengawasi anak-anak jika orang tua tidak lagi bertanya ketika anaknya belum pulang sampai tengah malam? Bagaimana minuman keras bisa merajalela jika orang tua sendiri turut minum bersama anak-anaknya? Ini merupakan persoalan yang sedang kita hadapi hari ini,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader PKK untuk memperkuat peran keluarga melalui berbagai program pemberdayaan dan pembinaan masyarakat.

“Kita berharap dari keluarga-keluarga yang tangguh dan sejahtera akan lahir kecamatan yang sejahtera, kota yang sejahtera, provinsi yang sejahtera, hingga Indonesia yang sejahtera,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bodewin juga menyampaikan gagasan mengenai kemungkinan pelibatan kader PKK, khususnya kelompok Dasawisma, dalam membantu pendistribusian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak kepada masyarakat melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.

Menurutnya, keterlibatan kader PKK dalam kegiatan tersebut dapat menjadi bentuk pemberdayaan sekaligus membuka peluang pemberian insentif sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia juga menyinggung pentingnya peningkatan kinerja RT/RW dalam menjalankan tugas pelayanan dan membantu pemerintah hingga ke tingkat masyarakat.

Menutup sambutannya, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada Tim Penilai TP-PKK Provinsi Maluku yang telah hadir di Negeri Rutong. Ia meminta agar setiap kekurangan yang ditemukan selama proses penilaian dapat disampaikan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, pemerintah kecamatan, dan Pemerintah Negeri Rutong, saya menyampaikan selamat datang kepada Ibu Ketua beserta seluruh Tim Penilai Provinsi Maluku. Selamat melaksanakan penilaian di Negeri Rutong,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hasil perlombaan bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program PKK.

“Inilah kami apa adanya. Juara berapa pun, itu hal biasa. Yang terpenting, semua tetap bergembira dan memiliki semangat untuk terus memperbaiki diri. Jika ada kekurangan, saya berharap Ibu-Ibu PKK dapat menyampaikannya agar menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan. Tidak ada yang sempurna. Karena itu, apa pun yang masih kurang harus terus kita perbaiki,” pungkas Bodewin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.