Ayah Wajib Hadir Jadi Tema HARGANAS 2026

oleh -5 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Untuk memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 tahun 2026, Kemendukbangga/BKKBN Maluku menetapkan tema Ayah Wajib Hadir.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, S. Si., M. Sc., MSE saat melakukan silaturahmi bersama insan pers di caffe Ujung JMP, Kota Ambon,  Rabu (24/6/2026).

Dia mengatakan, tema Ayah Wajib Hadir menekankan kehadiran ayah dalam keluarga, karena, saat ini budaya patriaki yang sudah mengakar di wilayah kita.

“Saat ini peran ibu lebih banyak dari ayah yang dimulai dengan mengurus anak, belajar, antar anak sekolah, dan memasak makanya, dibutuhkan kolaborasi Ayah dan Ibu agar, dapat membantu tumbun kembang anak,” ujarnya.

Dengan tema ini, kata dia, kewajiban ayah bukan hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tapi selalu figur yang mendampingi anak, memberi rasa aman dan nyaman selama masa pertumbuhan.

“Kita ingin ayah-ayah di Indonesia ayah ayah di Maluku hadir dalam keluarga bukan saja mencari nafkah namun melakukan pengasuhan kolaboratif,” paparnya.

Dia mengakui, Harganas tahun 2026 menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keluarga merupakan pusat dari pembangunan.

“Kita ini adalah objek utama dari pembangunan kita karena mereka merupakan subjek karena pelaku daripada pembangunan adalah keluarga itu sendiri,” katanya.

Acara Puncak Harganas akan berlangsung pada senin 29 Juni nanti, di halaman Kantor Gubernur Maluku dengan berbagai kegiatan yang akan melibatkan beberapa instansi terkait.

“Punvak perayaan Harganas bukan, dilaksanakan dalam kegiatan seremonial namun, ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain pelayanan admisntasi kependudukan bersama Dukcapil, pemeriksaan kesehatan gratis oleh dinas kesehatan, pelayanan KB oleh Kemendukbangga/BKKBN dan pembuatan ijin oleh dinas PTSP” ungkapnya.

Selain itu, pendampingan dan penyulub KB akan melakukan edukasi kepada keluarga beresiko stunting ini.

“Hal ini akan dilakukan serentak mereka wajib mendampingi satu keluarga baik itu PKB maupun PIK,” katanya.

Dia menambahkan, Kemendukbangga/BKKBN akan melakukan berbagai sosialisasi tentang pernikahan dini dan lansia serta sosialisasi tentang obat-obat terlarang (OOT) dari BPOM.

“Saat ini selain narkotika, obat-obat terlarang merupakan bahaya yang mengancam generasi muda makanya, kita akan melakukan sosialisasi tentang penggunaan obat-obat Terlarang,” tandanya. (MP/Norin) .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.