Hujan Deras Sebabkan Jembatan Wai Tuba di SBB Hanyut

oleh -82 Dilihat
oleh

Akibat hujan deras yang melanda wilyah Inamoso, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyebabkan jembatan Wai Tuba hanyut terbawa banjir, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.

Jembatan Wai Tuba merupakan penghubung masyarakat dari Desa Sokowati, Hunitrtu, Imatabal, Rumahtita dan Anakota menuju Kairatu.

Sejumlah warga menilai lambannya respons pemerintah sehingga, aktivitas ekonomi pada beberapa desa di Kecamatan Inamosol menjadi terhambat, bahkan masyarakat harus menempuh jalur alternatif untuk tiba di Kairatu sebagai pusat perdagangan dan distribusi hasil pertanian.

Salah satu warga yang ditemui awak media mengatakan, sudah lima (5) hari ini semua aktivitas terhambat karena putusnya jembatan penghubung.

“Sudah lima hari kami tidak bisa menyeberang. Hasil kebun busuk di rumah karena tidak bisa dibawa ke pasar,” keluh salah satu warga Inamosol saat ditemui media ini, Rabu (29/10/2025).

Masyarakat di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),  Ribuan kepala keluarga di sejumlah desa di wilayah itu harus menanggung penderitaan berat setelah jembatan satu-satunya yang menjadi akses utama menuju pusat perekonomian di Kecamatan Kairatu putus sejak lima hari lalu, tepatnya pada Jumat (24/10/2025).

Putusnya jembatan tersebut membuat warga kehilangan jalur vital yang selama ini mereka gunakan untuk menjual hasil perkebunan ke pasar Waimital, Desa Kairatu. Padahal, hampir 90 persen masyarakat Inamosol menggantungkan sumber penghidupan mereka dari aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Akibatnya, sekitar lima desa di Kecamatan Inamosol kini terisolasi total. Warga kesulitan menjual hasil kebun, membeli kebutuhan pokok, maupun mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

“Sudah lima hari kami tidak bisa menyeberang. Hasil kebun busuk di rumah karena tidak bisa dibawa ke pasar,” keluh salah satu warga Inamosol saat ditemui media ini, Rabu (29/10/2025).

Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya respon Pemerintah Daerah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten SBB untuk memperbaiki jembatan atau menyediakan jalur alternatif bagi warga.

Banyak pihak menilai, sikap Pemerintah yang terkesan cuek terhadap penderitaan masyarakat Inamosol mencerminkan lemahnya empati dan tanggung jawab terhadap rakyat di daerah terpencil. Hal ini juga mendapat tanggapan dari salah satu tokoh pemuda Desa Latu.

“Seakan tak punya hati. Pemerintah hanya diam sementara rakyatnya terisolasi dan mungkin sedang kelaparan,” ujar Saman Amirudin Patty dengan nada kecewa.

Upaya konfirmasi media kepada Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat belum membuahkan hasil. Keduanya memilih tidak memberikan tanggapan terkait kondisi warganya yang kini tengah terjebak dalam keterisolasian. (MP/JL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.