Maraknya Peredaran Satwa Liar, Pemkot Gandeng BKSDA Perkuat Pengawasan

oleh -29 Dilihat
oleh

AMBON, MPNews.com – Maraknya peredaran tumbuhan dan satwa liar ilegal yang mengancam kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon gandeng Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Perkuat pengawasan.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan, Maluku memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, mulai dari tumbuhan, satwa liar hingga biota laut yang bernilai ekonomi besar jika dikelola secara berkelanjutan.

Karena itu, sumber saya alam dapat menjadi ancaman serius apabila tidak diatur dan diawasi secara ketat.

“Salah satu indikatornya adalah menurunnya populasi satwa endemik, khususnya burung paruh bengkok seperti kakatua dan nuri akibat perburuan dan konsumsi masyarakat, karena itu kalau tidak dikendalikan, ini akan mengancam ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam kita,” ujarnya dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Satuan Tugas (Satgas) PPTSL yang digelar di Zest Hotel Ambon, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data penindakan, dalam beberapa tahun terakhir tercatat ratusan kasus peredaran ilegal dengan ribuan satwa berhasil diamankan. Jalur distribusi terbanyak terjadi melalui pelabuhan dan bandar udara, menjadikan Ambon sebagai titik strategis dalam pengawasan.

Dia meminta, adanya kolaborasi antar instansi dalam memperkuat langkah pencegahan dan penegakan hukum. Ia mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kita harus perkuat sinergi. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang,” paparnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Maluku, Irwan Efendi, menyatakan bahwa kawasan Indonesia timur merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati yang harus dilindungi secara serius. Ia mengakui masih banyak praktik pemanfaatan sumber daya hayati yang tidak sesuai aturan dan menjadi tantangan di lapangan.

“Ini menjadi isu strategis yang harus ditangani bersama. Diperlukan sinergi antarinstansi agar langkah pencegahan dan penindakan berjalan efektif,” kata Irwan.

Dia menambahkan, pemerintah pusat terus menunjukkan komitmen dalam perlindungan keanekaragaman hayati melalui berbagai kebijakan dan program, sebagai respons terhadap ancaman kepunahan dan kerusakan lingkungan.

“Diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar serta menjaga kelestarian ekosistem di Maluku,” tandasnya. (MP/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.