AMBON, MPNews.com – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, menegaskan bahwa remaja merupakan jembatan emas yang akan menentukan masa depan Maluku dalam menyongsong Indonesia Emas.
Menurutnya, kualitas generasi muda saat ini akan menjadi penentu apakah Maluku mampu memanfaatkan bonus demografi atau justru menghadapi ancaman bencana demografi di masa mendatang.
“Remaja merupakan jembatan emas, karena remaja yang akan menentukan apakah Maluku akan benar-benar menikmati Indonesia Emas atau tidak. Kualitas masa depan Maluku sangat tergantung dari kualitas remajanya,” kata Edi Setiawan saat Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku Tahun 2026 di Marina Hotel Ambon, Kamis (10/9/2026).
Dia menekankan, Maluku membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan dan potensi, tetapi juga karakter kuat serta akhlak yang baik.
“Remaja yang punya karakter kuat dan akhlak yang baik adalah remaja yang akan mampu mengantarkan Maluku benar-benar menikmati bonus demografi. Kalau tidak, kita justru bisa menghadapi bencana demografi,” tegasnya.
Untuk itu, kata dia, pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong berbagai program pembangunan remaja, salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
PIK-R diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh informasi, meningkatkan kapasitas diri, serta terlibat dalam berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama.
Ke depan, BKKBN Maluku juga berkomitmen memperluas keberadaan PIK-R, termasuk di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Harapannya ke depan akan ada tambahan PIK-R dari Sekolah Rakyat. Kita memiliki komitmen agar para remaja yang ada di sekolah dapat bersama-sama terlibat dalam setiap program Kemendukbangga/BKKBN,” ujarnya.
Diamenjelaskan, PIK-R menjadi salah satu wadah penting dalam pembinaan generasi muda, termasuk bagi para Duta Generasi Berencana atau Duta Genre.
Sebanyak 18 finalis Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku Tahun 2026 merupakan remaja yang telah melalui proses pembinaan dan seleksi dari berbagai tahapan.
Dia menegaskan, pemilihan Duta Genre bukan sekadar mencari remaja yang memiliki penampilan menarik atau paras cantik dan tampan.
“Yang dicari bukan hanya remaja yang cantik dan tampan, tetapi mereka yang mampu bertumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi terbaik yang dimiliki,” tegasnya.
Menurutnya, seluruh finalis yang tampil pada Grand Final telah melewati proses panjang dan serangkaian tahapan penilaian.
“Para finalis yang mengikuti proses sejak tahapan awal hingga grand final harus mampu menunjukkan kualitas dan kontribusi terbaik sesuai dengan potensi yang mereka miliki,” katanya.
Dia menambahkan, siapa pun yang nantinya berhasil masuk dalam jajaran tiga besar maupun meraih gelar juara, merupakan peserta yang telah melewati proses seleksi dan penilaian secara panjang.
“Jadi, mereka sudah mengikuti serangkaian proses penilaian. Artinya, siapa pun yang nanti masuk tiga besar dan menjadi juara, semuanya telah melalui proses yang panjang,” tandasnya.
Untuk diketahui, Grand Final Apresiasi Duta Genre Provinsi Maluku Tahun 2026 diikuti 18 finalis. Kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Bunda Genre Provinsi Maluku, Kota Ambon, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), dan Maluku Barat Daya (MBD).
(MP/Norin)






