AMBON, MPNews.com – Ratusan siswa SMK Negeri 1 Ambon antusias mengikuti kegiatan GenRe Goes to School yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, belerjasama dengan Ketua TP PKK Provinsi selaku Bunda Genre Provinsi Maluku, Jumat (15/8/2025).
Kegiatan bertema “Gizi Merdeka, Siswa-Siswi Sehat” ini menjadi ruang edukasi bagi remaja untuk memahami kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, pencegahan pernikahan dini, serta penanggulangan anemia pada remaja putri sebagai bagian dari upaya mencegah stunting dari hulu.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si, menegaskan, remaja adalah aset penting bangsa dan penentu masa depan keluarga, masyarakat, serta negara. Namun, remaja saat ini masih dihadapkan pada tantangan serius, seperti kekurangan gizi, anemia, pernikahan dini, hingga risiko stunting pada generasi berikutnya.
“Di Maluku, angka anemia pada remaja putri masih cukup tinggi. Kondisi ini berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, hingga risiko komplikasi saat kehamilan di masa depan,” jelasnya.
Melalui Program Generasi Berencana (GenRe), lanjut Mauliwaty, Kemendukbangga/BKKBN membekali remaja dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang tepat agar mampu merencanakan masa depan secara sehat dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga, terutama keterlibatan ayah, dalam membangun generasi yang sehat dan berdaya saing.
“Keterlibatan ayah terbukti meningkatkan kesejahteraan emosional, mental, dan fisik anak, serta mengurangi risiko perilaku berisiko di masa remaja,” tambahnya.
Menindaklanjuti pesan tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Maluku sekaligus Bunda GenRe Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, mengajak para remaja untuk lebih peduli terhadap salah satu persoalan gizi yang banyak dihadapi, yakni anemia.
Menurutnya, masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saat ini, tetapi juga menentukan kualitas generasi berikutnya.
Anemia pada remaja putri tidak hanya membuat tubuh mudah lemas dan sulit berkonsentrasi, tetapi juga berdampak jangka panjang.
“Remaja putri anemia berisiko mengalami kehamilan berisiko tinggi, melahirkan bayi stunting, bahkan komplikasi persalinan yang bisa berujung pada kematian ibu dan bayi,” jelasnya.
Maya menyebut pencegahan anemia sejak remaja adalah investasi penting bagi masa depan.
Dalam kegiatan ini, para siswi menerima Tablet Tambah Darah (TTD) yang cukup diminum sekali seminggu.
“Ini bukan obat, tapi suplemen penting untuk mencegah anemia. Mari biasakan pola makan sehat dan seimbang, kurangi makanan instan, dan pilih jajanan bergizi. Gizi baik akan membentuk tubuh yang kuat dan otak yang cerdas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya remaja mendapatkan informasi yang benar dan komprehensif tentang kesehatan reproduksi di tengah derasnya arus informasi digital.
“Remaja harus terhindar dari perilaku berisiko dan fokus membangun masa depan yang gemilang,” tambahnya.
Selain di SMK Negeri 1 Ambon, GenRe Goes to School sebelumnya telah menyambangi SMAS Advent Ambon dan Madrasah Aliyah Negeri 1 Ambon.
Rangkaian kegiatan di tiga sekolah ini menjadi bagian dari sosialisasi pencegahan stunting dari hulu, dengan dukungan TP PKK Maluku, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dan Forum GenRe Maluku.
Melalui sesi tanya jawab, kuis interaktif, dan penyampaian materi dengan bahasa yang dekat dengan dunia remaja, para siswa terlibat aktif membahas tantangan masa remaja, termasuk pengaruh media sosial, pergaulan, dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
Kegiatan ditutup dengan pembagian TTD kepada para siswi, sebagai langkah nyata pencegahan anemia sekaligus dukungan terhadap tumbuh kembang remaja yang sehat, cerdas, dan produktif. (**)